Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bunda Harus Ekstra Sabar, Ini Dia Efek Positif Anak Belajar Makan Sendiri

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 16 Agustus 2023 | 04:48 WIB

Si Kecil belajar makan sendiri. (Al Fatih)
Si Kecil belajar makan sendiri. (Al Fatih)

RadarMadura.id – Bunda harus ekstra sabar ketika mengajarkan anak makan sendiri. Meski kadang berantakan dan membuat frustasi, namun tahukah Bunda, jika hal tersebut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak.

Dengan anak belajar makan sendiri, dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Seperti mengambil lauk dari piring, memasukkan makanan ke mulut, merasakan tekstur makanan, mencium aroma, dan lain sebagainya.

Mengutip dari Dream.co.id, ada beberapa dampak positif jika Bunda membiarkan anak makan sendiri. Di antaranya, mengurangi risiko anak picky eater atau pilih-pilih makanan, membantu perkembangan kognitif anak, memperkuat keterampilan motorik anak, dan melatih anak mengeksplorasi makanan yang dikonsumsi. Mulai dari teksturnya, suhu makanan, karena pada dasarnya anak-anak berperilaku seperti ilmuwan kecil. Rasa ingin tahu mereka tinggi.

Setelah mengetahui efek positif anak makan sendiri, Bunda juga harus tahu kapan waktu yang tepat bagi anak makan sendiri. Ya, belajar makan sendiri bisa dimulai saat anak usia 9 bulan. Di usia ini, anak sudah bisa menggenggam makanan sendiri. Bunda bisa memberikan makanan yang mudah anak genggam.

Sementara di usia 13–15 bulan, anak-anak mulai tertarik untuk memegang sendok, garpu, atau botol minumannya sendiri. Pada masa ini, Bunda bisa memberikan arahan bagaimana cara makan yang baik dan benar. Walau berantakan, Bunda harus tetap sabar menemani anak makan, ya.

Kemudian, di usia 18–24 bulan, anak mulai bisa memasukkan makanan sendiri ke dalam mulut. Tapi, Bunda harus selalu mengawasi karena bisa saja anak tersedak, batuk, atau muntah saat sedang belajar makan sendiri. Dan, ketika memasuki usia 24–36 bulan, anak akan lebih mahir memakan dan menikmati makanannya tanpa perlu bantuan Bunda.

Setelah mengetahui dampak positif dan waktu yang tepat anak makan sendiri, berikut beberapa tips yang bisa Bunda terapkan di rumah.

  1. Pakaikan celemek atau kain kecil penutup baju di bagian dada anak agar pakaiannya tidak kotor.
  2. Berikan anak alat makan yang aman dengan corak dan warna yang disukainya.
  3. Berikan menu makanan yang lembut supaya anak mudah menyendoknya. Misalnya, kentang tumbuk, telur orak-arik, sereal, puding, oatmeal.
  4. Bunda juga bisa berikan makanan yang sudah dipotong kecil-kecil supaya anak tidak mudah tersedak, seperti tumisan berbagai macam jenis sayuran (wortel, brokoli, kentang).
  5. Biarkan anak mengambil makanannya sendiri, baik menggunakan sendok atau tangannya. Meskipun, nantinya makanan akan tumpah dan berantakan.
  6. Tetap perhatikan dan bantu anak cara menyuap makanan dengan benar agar tetap semangat belajar makan sendiri.

Melatih anak belajar makan sendiri memang tidak mudah. Jangan kaget ketika anak membuang atau melempar makanan atau alat makan yang dia pegang. Bunda harus tetap sabar hingga akhirnya anak menunjukkan ketertarikan untuk makan sendiri. Waktu makan yang santai dan menyenangkan juga perlu. Hal tersebut membantu anak makan lebih banyak. Selamat mencoba, Bunda!

Editor : Hera Marylia Damayanti
#belajar makan #dampak positif #anak makan sendiri #anak #picky eater #motorik anak #makan #Ekstra Sabar #tips #bunda