BANGKALAN, RadarMadura.id – Penanganan kasus pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan Ruly Yunis Setiawati (RYS) berjalan lambat.
Indikasinya, sampai detik ini polisi belum meringkus Erlan, pria yang diduga menjadi pelaku dalam kasus tersebut.
Risang Bima Wijaya selaku kuasa hukum keluarga korban mengaku sudah kehabisan kata-kata saat ditanya hasil perkembangan penyidikan kasus pembunuhan tersebut.
Sebab, jawaban dari aparat kepolisian, baik Polresta Sidoarjo maupun Ditreskrimum Polda Jatim tetap sama, yaitu belum meringkus terduga pelaku Erlan.
“Kami memang mendapatkan pembaruan perkara tersebut, tetapi hasilnya tetap sama, yaitu belum membuahkan hasil,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa metode pelacakan yang dilakukan oleh penyidik belum membuahkan hasil.
Risang menyatakan, sepertinya aparat kepolisian kesulitan untuk mengungkap keberadaan Erlan.
Dia menyebutkan, Erlan sukses mempecundangi polisi karena buktinya sampai saat ini belum tertangkap.
“Kepolisian kayaknya kesulitan banget, dan Erlan sukses mempecundangi polisi,” tegasnya.
Risang tetap meminta polisi segera menangkap Erlan, apalagi identitasnya sudah sangat jelas, baik dari rumahnya yang di Makassar maupun tempat tinggalnya yang di Malang.
Jika polisi mau bekerja keras, tinggal dilacak melalui nomor induk kependudukan (NIK) atau dari rekening bank.
“Sebenarnya, kami tidak perlu lagi mengajari polisi urusan itu,” imbuhnya.
Dijelaskan, sampai detik ini polisi belum menemukan lokasi persembunyian Erlan. Dia menduga Erlan bukan orang sembarangan.
Sebab, jika merujuk alamat di Sulawesi Selatan, kemungkinan Erlan bagian dari keluarga TNI. Sebab, beralamat di Kowilhan III Kota Makassar.
“Kalau bekingan saya rasa tidak ada, tetapi kalau yang bersangkutan keluarga TNI sangat memungkinkan,” paparnya.
Risang menuturkan, Erlan diketahui sebagai penipu dengan modus love scamming. Beberapa korban sudah ada yang mengaku pernah ditipu Erlan.
“Oleh karena itu, saya meminta polisi segera menangkap Erlan agar motif kasus tersebut segera terungkap,” urainya.
Selain berharap penuh kepada aparat kepolisian, lanjut Risang, pihak keluarga masih belum memiliki rencana lain.
Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan menyerahkan beberapa hal penting yang mungkin bisa dijadikan petunjuk baru dalam mengungkap kasus tersebut.
“Minggu ini akan kami serahkan kepada polisi,” harapnya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast belum bisa memberikan informasi terbaru perihal pengusutan kasus tersebut.
Sebab, saat dihubungi koran ini, yang bersangkutan tidak merespons. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti