SAMPANG, RadarMadura.id – Aksi pencabulan kembali terjadi di Kabupaten Sampang. Seorang tukang sayur berinisial I, 26, warga Kecamatan Kedungdung, diduga mencabuli remaja disabilitas berinisial RL, 18, warga Kecamatan Robatal.
Terduga pelaku diamankan warga sebelum diserahkan kepada polisi.
Warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tukang sayur diamankan polisi Sabtu (23/5). Dia diduga melakukan pencabulan terhadap korban RL.
”Warga mengamankan terduga pelaku karena ditengarai menyetubuhi korban RL,” katanya.
Menurutnya, I berjualan sayur keliling hingga Kecamatan Robatal. Sepengetahuan dirinya, korban merupakan disabilitas intelektual.
Warga curiga karena setiap bertemu terduga pelaku, korban selalu kabur.
”Setelah ditanyakan, korban mengaku takut pada pelaku. Sebab, pernah dicabuli oleh tukang sayur tersebut,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, terduga pelaku dilaporkan ke Polres Sampang. Berdasarkan hasil visum, korban pernah mengalami dugaan pencabulan.
”Setelah laporan, agar pelaku tidak kabur, akhirnya warga bersepakat mengamankan pelaku Sabtu (23/5). Lalu diserahkan kepada polisi,” bebernya.
Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku pencabulan di Kecamatan Robatal pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 14.30.
”Terduga pelaku yakni I, 26 tahun, warga Kecamatan Kedungdung. Sedangkan korban yakni RL, 18 tahun, warga Kecamatan Robatal,” tuturnya.
Eko menerangkan, penangkapan bermula pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 14.30. Anggota Polsek Robatal mendapatkan informasi dugaan tindak pidana pencabulan dan pelakunya ditangkap oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Robatal.
”Mendapatkan informasi tersebut, anggota Polsek Robatal langsung mendatangi TKP dan tiba pukul 14.45,” ujarnya.
Anggota Polsek Robatal mengamankan terduga pelaku I. Dugaan pemerkosaan tersebut sudah dilaporkan pada Polres Sampang. Pencabulan terhadap korban terjadi Rabu (20/5).
”Terduga pelaku saat ini tengah dilakukan penyidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Sampang,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti