Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Oknum Lora Bacok Pelayan Pesantren, Diduga Dipicu Masalah Asmara

Hera Marylia Damayanti • 2026-03-17 04:35:29
TELATEN: Petugas medis memberikan pertolongan kepada korban, Sabtu (14/3) malam. (ISTIMEWA)
TELATEN: Petugas medis memberikan pertolongan kepada korban, Sabtu (14/3) malam. (ISTIMEWA)

PAMEKASANRadarMadura.id – Aksi pembacokan terjadi di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Sabtu (14/3) malam.

MR (inisial), 27, menjadi korban sabetan celurit yang diduga dilakukan oknum lora berinisial AD, 27.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 20.00. Saat itu korban berencana menjemput ibunya mengendarai motor.

Baca Juga: Bupati Kholil Terus Perkuat Gotong Royong, Libatkan Partisipasi Masyarakat Membangun Daerah

Namun, sebelum sampai ke tujuan, MR diserang dari arah belakang.

Pelaku langsung mengayunkan celurit ke tubuh korban.

Sabetan senjata tajam itu mengenai bahu kanan, bahu kiri, lengan kiri, serta bagian leher depan dan dada atas korban.

AD mengeklaim tindakannya dipicu dugaan hubungan terlarang antara korban dan istrinya, FQ, 24.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, korban adalah abdi dalam di salah satu pesantren di Pamekasan.

Kecurigaan itu muncul setelah dia melihat perubahan sikap sang istri sepulang dari merantau di Batam.

Baca Juga: Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Untuk memastikan dugaan tersebut, AD mengaku diam-diam memantau isi ponsel istrinya. 

”Saya ingin bukti yang jelas, tidak mau gegabah marah-marah. Tiap malam saya lihat chatting-an dia dengan korban. Bahkan, foto saya juga dikirim ke dia,” ujarnya.

Kecurigaan itu kemudian dibawa ke forum keluarga.

AD mengaku mempertemukan istrinya dengan keluarga besar untuk meminta penjelasan mengenai hubungan terlarang dengan MR.

Di hadapan keluarga, FQ disebut mengakui memiliki hubungan lebih dengan korban.

Pengakuan tersebut membuat AD terpukul karena korban merupakan tetangga sendiri.

”Istri saya mengaku di depan keluarga besar. Dia bilang punya hubungan lebih sampai dua kali. Saya syok, tidak percaya karena dia tetangga sendiri,” katanya.

Baca Juga: 6,5 Juta Batang Rokok Bodong dari Madura Gagal Masuk Bali, Bea Cukai Tangkap Empat Tersangka

AD mengaku melakukan pembacokan tersebut seorang diri.

Meski menyadari tindakannya melanggar hukum, dia mengaku merasa harga dirinya terinjak oleh perbuatan korban.

Dia bahkan berencana melaporkan balik MR ke polisi atas dugaan perzinaan dengan istrinya.

”Rencananya mau buat laporan perzinaan, sekaligus menyerahkan diri secara kooperatif. Insyaallah,” tuturnya.

Akibat serangan itu, korban mengalami sejumlah luka robek hingga bersimbah darah.

Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto membenarkan dugaan peristiwa berdarah itu.

Namun, mantan Kasatresnarkoba Polres Pasuruan itu belum membeberkan perkara secara detail. (afg/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#aksi pembacokan #sabetan celurit #hubungan terlarang #oknum lora #senjata tajam