SAMPANG, RadarMadura.id – Sikap membangkang dipertontonkan penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Margantoko, Kecamatan Jrengik, Sampang, Mat Haris.
Dia mengabaikan surat pemanggilan yang dilayangkan Camat Jrengik Khoirul Anam.
Pemanggilan dilakukan untuk klarifikasi berkaitan dengan proyek betonisasi jalan desa yang diduga tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB).
Sebab, ditengarai kurang volume. Sehingga, proyek bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2025 tersebut berpotensi berujung pada dugaan tindak pidana korupsi (tipikor).
Camat Jrengik Khoirul Anam mengaku telah melayangkan surat panggilan terhadap bawahannya yang didapuk menjadi Pj Kades Margantoko tersebut.
Namun, permintaan agar Mat Haris menghadap tersebut diabaikan.
"Saya telah melakukan pemanggilan, tapi tidak pernah hadir," ujarnya Rabu (18/2).
Pemanggilan dilakukan untuk meminta klarifikasi atas pelaksanaan proyek betonisasi jalan desa yang ditengarai tidak sesuai RAB.
Juga, untuk mengklarifikasi persoalan lain yang berhubungan antara Pj Kades dengan warga Desa Margantoko.
"Dua kali dipanggil tidak pernah menghadap," tambahnya.
Anam mengaku telah menempuh cara nonprosedural untuk mendapatkan klarifikasi dari bawahannya tersebut.
Yakni, dengan menghubungi nomor telepon yang biasa digunakan. Namun ternyata nomornya sudah tidak aktif.
"Saat ini kami sedang minta pemanggilan ke inspektorat mengenai permasalahan ini," ujarnya.
Sumber tepercaya koran ini menyatakan, proyek betonisasi jalan Desa Margantoko tahun anggaran 2025 diduga kurang volume.
Pihaknya menduga, Pj Kades Margantoko Mat Haris kabur setelah berbagai persoalan mencuat ke publik.
”Pj Kades sempat berjanji menyelesaikan proyek jalan tersebut maksimal Selasa (20/1). Tapi, ternyata sampai sekarang tidak dikerjakan," paparnya.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) telah berusaha menghubungi Pj Kades Mat Haris untuk mendapatkan konfirmasi mengenai pemanggilan yang dilayangkan Camat Jrengik Khoirul Anam.
Namun saat duhubungi melalui sambungan teleponnya tidak aktif. (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti