SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Dusun Gunung Malang I, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep mendadak geger, Kamis (29/1). Seorang pria bernama Mokhlisin, 55, warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB. Korban diduga tewas akibat dibacok orang.
Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura, terduga pelaku merupakan warga setempat bernama Lutfi. Dugaan sementara, motif pembunuhan berkaitan dengan persoalan asmara. Hingga kini, kasus tersebut masih didalami pihak kepolisian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung di wilayah Kecamatan Lenteng.
“Iya memang ada pembacokan. Petugas masih melakukan lidik,” kata mantan Kapolsek Kota Sumenep itu.
AKP Widiarti mengaku belum mengetahui secara pasti motif kejadian. Sebab, pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari anggota di lapangan. Langkah awal yang dilakukan polisi adalah memasang garis polisi di lokasi kejadian.
Baca Juga: Lima Kepala Seksi di Kejari Sumenep Dimutasi
“Untuk motifnya masih dicari tahu oleh anggota. Nanti perkembangan selanjutnya akan dikabari,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lenteng Barat Afan Afandi mengaku tidak mengetahui secara pasti motif peristiwa tersebut. Ia mengaku mendapat informasi ketika korban sudah meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Saya juga tidak tahu motifnya apa. Yang pasti pelakunya itu warga saya,” katanya.
Afan menjelaskan, korban diketahui merupakan warga Kecamatan Ganding. Namun, desa korban dan desa terduga pelaku saling berbatasan. Informasi yang ia terima, peristiwa pembacokan terjadi di sebuah jalan di wilayah desanya.
“Kejadiannya di jalan katanya. Lalu korban lari ke salah satu rumah dan meninggal,” ucap Afan.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding.
“Korban sudah ada di desanya di Gadu Barat,” imbuh Afan. (iqb/dry)
Editor : Hendriyanto