SAMPANG, RadarMadura.id – Pelaku pembacokan petugas SPBU 5469206 Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Hairuddin, 29, tidak hanya membawa senjata tajam (sajam). Kuat dugaan salah satu dari tiga terlapor juga membawa senjata api (senpi). Sebab, di lokasi ditemukan dua selongsong peluru. Aksi koboi mereka juga terekam CCTV.
Pengawas SPBU 5469206 Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Rosi mengatakan, kasus pembacokan terekam CCTV milik SPBU. Termasuk aksi salah satu terduga pelaku yang membawa pistol dan ditembakkan ke arah korban.
Menurut Rosi, pasca kejadian tersebut, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Rekaman CCTV juga sudah disalin. Polisi juga memeriksa tiga orang saksi. Yakni, petugas SPBU Pardi, pemilik SPBU Saudi, dan salah satu warga sekitar H Ahmad.
Rosi mengatakan, satu selongsong peluru ditemukan oleh anak pemilik SPBU, Ahmad. Kemudian, satu selongsong peluru lainnya ditemukan anggota kepolisian saat melakukan olah TKP. ”Selongsong peluru yang ditemukan dua. Sudah dibawa oleh anggota kepolisian,” katanya.
Rosi mengatakan, dirinya kurang paham mengenai jenis pistol yang digunakan terduga pelaku. Dirinya hanya mengetahui bahwa pistol itu ditembakkan dua kali ke arah korban. ”Jenis apa yang digunakan, hanya polisi yang tahu,” tuturnya Selasa (21/10).
Menurut dia, hingga Selasa (21/10) belum ada kejelasan terkait status tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut. Pihaknya berharap polisi segera menangkap semua yang terlibat dalam kasus penganiayaan berat tersebut. ”Agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” bebernya.
Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, Satreskrim Polres Sampang sudah memeriksa sejumlah saksi. ”Sekitar tiga orang yang sudah dimintai keterangan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura.
Ditanya soal identitas lengkap terlapor, AKP Eko enggan membeberkannya secara detail. Status M dan dua temannya yang diduga terlibat juga masih dirahasiakan. ”Penetapan tersangka bergantung keterangan saksi dan barang bukti (BB),” ujarnya.
Disinggung soal selongsong peluru yang ditemukan di TKP, AKP Eko juga tidak berkomentar banyak. Dia berdalih, kasus itu masih tahap penyelidikan. ”Terkait dengan adanya selongsong peluru di TKP, masih kami lakukan penyelidikan,” ujarnya.
Menurut dia, meski aksi mereka terekam CCTV, pihaknya belum bisa memastikan apakah pistol yang digunakan itu senpi atau tidak. Karena itu, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari penyidik. ”Kejadiannya juga malam hari, rekaman CCTV tidak jelas,” ungkapnya.
Menurut AKP Eko, hingga kemarin semua saksi masih dilakukan pemeriksaan. Dengan demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa tersangkanya.
Baca Juga: Oknum ASN Dilaporkan Polisi, Diduga Tipu Warga dengan Modus Proyek MBG
”Keterangan saksi nanti dipadukan dengan rekaman CCTV dan hasil olah TKP. Nanti akan dirangkum untuk menentukan pelaku melalui gelar perkara,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, petugas SPBU 5469206 Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Hairuddin, 29, menjadi korban penganiayaan. Warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Sampang, itu mengalami luka parah setelah dikeroyok tiga orang yang membawa sajam.
Terlapor yang diduga melakukan aksi tersebut yakni berinisial M dan dua temannya. Polisi sudah melakukan olah TKP, Senin (20/10). Namun, hingga kemarin, polisi belum berhasil menangkap terduga pelaku yang diduga berjumlah tiga orang. (bai/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti