PAMEKASAN, RadarMadura.id – Angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pamekasan masih tinggi. Selama tujuh bulan terakhir, terdapat 50 warga dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut. Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin dalam rapat kerja kesehatan (rakerkes) Selasa (12/8).
Saifudin mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan kepada 11.549 orang. Hasilnya, ditemukan 50 orang terdeteksi kasus HIV, terdiri atas 23 perempuan dan 27 laki-laki.
Perinciannya, satu orang berusia kisaran 15–19 tahun, tujuh orang di kisaran 20–24 tahun, 38 orang berusia di kisaran 25–49 tahun, dan 4 orang berusia di atas 50 tahun.
Baca Juga: Sebelas Kades Terima SK Perpanjangan Jabatan
Dia mengungkapkan, prevalensi kasus HIV di Pamekasan pada 2024 mencapai 141 kasus. Menurutnya, tren HIV/AIDS di Kota Gerbang Salam harus diwaspadai. Apalagi, penularannya bisa terjadi tanpa gejala.
Saifudin juga menilai, fenomena tersebut menjadi alarm bagi masyarakat.
”Masyarakat perlu memahami pentingnya deteksi dini virus ini,” ungkapnya.
Saifudin menambahkan, pemberantasan HIV/AIDS bukan hanya soal pengobatan. Tetapi, juga soal membuka mata masyarakat bahwa penyakit tersebut bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, gender, atau latar belakang.
Baca Juga: Perkasa Pamekasan Sukses Kawal Pelantikan 11 Kades
”Kami mengimbau masyarakat untuk lebih mawas diri, menghindari perilaku berisiko, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Sebab, pasien HIV/AIDS ini harus berobat secara rutin agar bisa sembuh,” sarannya. (afg/bil)
Editor : Hendriyanto