PAMEKASAN, RadarMadura.id – Upaya pemberantasan narkotika tak selamanya berjalan dengan mulus. Kendala seperti informasi operasi yang bocor hingga perlawanan dari warga acap kali mewarnai penangkapan pelaku.
Perlawanan dari warga sekitar itu terjadi saat jajaran Polres Pamekasan menggerebek salah satu rumah terduga bandar narkoba di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Selasa (17/6) malam. Petugas dihalangi warga hingga dilempari batu.
Video perlawanan itu tersebar luas. Warga tak takut meski jumlah personel yang diterjunkan dalam operasi penangkapan terduga bandar itu cukup banyak. Polisi terpaksa melepaskan beberapa tembakan peringatan ke udara.
Kasatresnarkoba Polres Pamekasan AKP Agus Sugianto membenarkan informasi penangkapan pelaku penyalahgunaan narkotika di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo. Menurut dia, terdapat tiga orang yang berhasil diringkus dalam operasi skala besar itu.
Meski begitu, Agus tak memerinci identitas para terduga pelaku itu. Termasuk, jumlah barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dalam penggerebekan tersebut. Dia mengaku polisi masih melakukan pemeriksaan dalam kasus hukum tersebut.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menerima informasi bahwa terduga bandar itu berinisial S. Sumber JPRM juga membenarkan bahwa sempat ada perlawanan dalam operasi tersebut. Perlawanan itu karena salah dari keluarga pelaku tidak terima dengan kedatangan polisi.
”Totalnya ada tiga orang. Termasuk, yang diduga berperan sebagai bandar,” ungkapnya.
JPRM juga berupaya menghubungi Pj Kepala Desa (Kades) Panaguan Argina Barkat Rakhmatullah. Namun, aparatur sipil negara (ASN) itu tidak merespons sambungan telepon JPRM. (afg/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti