SAMPANG, RadarMadura.id - Jangan pernah coba-coba narkoba. Jika tidak ingin kehilangan nyawa. Puluhan orang memadati Pendopo Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Selasa, (29/4).
Tamu yang berdatangan terdiri atas pemuda, ibu-ibu, pegawai, hingga anggota polisi. Salah satunya, anggota Polres Lamongan Ipda Purnomo.
Anggota polisi yang mengenakan odheng itu berdiri tegap di sisi sebelah timur Pendopo Trunojoyo.
Konten kreator yang dikenal dengan polisi baik tersebut menyapa setiap tamu undangan yang datang.
Tidak sedikit orang yang mengajaknya berfoto bersama.
Sebelum pembawa acara memandu kegiatan pemusnahan narkotika, koran ini berkesempatan bertutur sapa dengan Ipda Purnomo.
Dia menceritakan kegelisahannya terhadap kejahatan narkotika yang ada di Jawa Timur (Jatim), khususnya di Kabupaten Sampang.
Ipda Purnomo saat ini bertugas sebagai Kanit Binpolmas Polres Lamongan.
Kedatangannya ke Pendopo Trunojoyo sebagai bentuk keprihatinannya terhadap Kabupaten Sampang yang saat ini menjadi zona hitam dalam peredaran narkotika.
”Sampang sekarang bukan lagi zona merah, tapi sudah zona hitam,” ujarnya sembari merapikan odheng di kepalanya.
Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas anggota Polri.
Diperlukan peran serta masyarakat untuk memerangi peredaran barang haram.
Pihaknya ingin Sampang menjadi kota yang Bersih dari Narkoba (Bersinar).
”Bupati bersama masyarakat Sampang ditargetkan dapat Bersinar,” ujar pria 40 tahun itu.
Pria murah senyum itu menilai, keseriusan Pemkab Sampang bersama masyarakat untuk terbebas dari peredaran narkoba patut diacungi jempol.
Jika komitmen tersebut benar-benar dijalankan dengan baik, Kota Bahari ke depannya bisa terbebas dari narkotika.
”Saya yakin Sampang akan menjadi percontohan nasional pemberantasan narkotika,” imbuhnya.
Akan tetapi, peredaran narkoba di Jawa Timur (Jatim) sampai saat masih sangat memprihatinkan.
Sebab, barang bukti yang dimusnahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) di Pendopo Trunojoyo, Sampang, cukup besar.
”Yakni, 15 kilogram sabu dan delapan kilogram ganja,” ujarnya.
Polisi dengan pangkat satu balok emas di pundaknya itu menambahkan, salah satu yang menjadi penentu dalam keberhasilan pemberantasan narkoba adalah pemuda.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak generasi muda di Sampang berperan aktif dalam memerangi narkoba.
”Jauhi narkoba agar hidup bahagia dan berprestasi selamanya. Bahaya terbesar dari narkotika yaitu nyawa,” tutupnya. (*/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta