SUMENEP, RadarMadura.id – Realisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2024 di Kecamatan Raas perlu ditelisik lebih jauh dan dalam.
Sebab, pengerjaan proyeknya lompat tahun. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Jungkat.
Dalam daftar penerima program BSPS tahun 2024, salah satunya mencantumkan nama Muhammad yang beralamat di RT 01, RW 02, Dusun Selatan, Desa Jungkat.
Saat koran ini melakukan penelusuran pada Selasa (22/4), ternyata tidak ada bangunan rumah hasil dari program pemerintah pusat tersebut.
Yang terlihat secara visual di lapangan hanya tumpukan material bangunan. Seperti 1.500 batu bata, 1.000 genting, dan kayu 30 biji.
Jika dikalkulasi, material bangunan tersebut bernilai sekitar Rp 4.700.000.
Muhammad saat dikonfirmasi JPRM mengatakan, material bangunan itu didatangkan oleh perangkat desa.
Material bangunan tersebut katanya akan dibuatkan rumah bantuan dari pemerintah.
”Saya hanya mendapatkan bahan bangunan, tapi hanya beberapa saja,” kata pria lanjut usia tersebut.
Kepada JPRM, Muhammad juga bingung kapan bantuan rumah dari pemerintah tersebut akan dikerjakan. Sebab, dirinya hanya diberi janji.
Hingga akhir April tidak ada kejelasan dari pihak terkait. ”Tidak tahu (kapan akan dibangun), saya hanya dijanjikan,” ucapnya.
Sementara itu, Jamali selaku penanggung jawab (Pj) Kepala Desa Jungkat, Kecamatan Raas, belum bisa memberikan keterangan perihal realisasi program bantuan tersebut.
Saat dihubungi melalui telepon selulernya berulang kali, yang bersangkutan tidak merespons.
Sekadar diketahui, berdasar data yang dimiliki koran ini, di Desa Jungkat, Kecamatan Raas, terdapat sepuluh orang yang terdaftar sebagai penerima program BSPS 2024.
Setiap penerima bakal mendapatkan anggaran sebesar Rp 20 juta. Perinciannya, Rp 2,5 juta untuk upah pekerja dan Rp 17,5 juta sisanya untuk belanja material bangunan. (iqb/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti