SUMENEP, RadarMadura.id – Dugaan penyimpangan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Sumenep menjadi atensi banyak pihak.
Bahkan, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Heri Jerman bersama tim ikut turun ke lapangan.
Mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah penerima program pemerintah pusat tersebut.
Di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Heri dan tim menemukan penerima yang hanya mendapatkan kayu dan genting.
Bahkan, warga lanjut usia (lansia) itu tidak mengetahui besaran bantuan.
Tim Kementerian PKP juga melakukan sidak ke penerima di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Senin (28/4).
Saat berkunjung ke rumah Moh. Ersyad, ditemukan fakta mengejutkan. Pembangunan rumah belum selesai, namun dilaporkan tuntas.
Tidak jauh dari lokasi tersebut juga ditemukan penerima yang tidak tepat sasaran. Penerima bernama Mustain, yang merupakan ketua RT dan memiliki rumah bertingkat.
Sedangkan program bantuan itu dibangun bukan untuk tempat tinggal melainkan toko.
Kemudian, tim bergeser ke penerima bernama Mattahi. Rumah bantuan tersebut dibangun di dekat sawah.
Diduga rumahnya itu akan dijadikan tempat penampungan gabah. Sebab, di dalam bangunan itu tidak disediakan kamar mandi dan lainnya.
Heri Jerman mengungkapkan, rumah Moh. Ersyad dilaporkan sudah tuntas 100 persen. Namun, ketika dikroscek ternyata belum rampung.
”Ini baru dibangun, tapi dilaporkan sudah selesai di dalam sistem. Tetapi bukan rumah ini, beda,” katanya.
Penerima bantuan juga tidak mengetahui berapa banyak bahan yang dibelanjakan. Dia juga tidak tahu besaran harga material tersebut.
”Ini bentuk penyimpangan juga, penerima tidak tahu belanja barangnya itu habis berapa,” ucap Heri.
Heri menyampaikan, temuan lain di desa yang sama terdapat penerima yang tidak tepat sasaran.
Sebab, penerima ini memiliki rumah bertingkat dan menjabat sebagai ketua RT. ”Rumah bantuannya ini bukan dijadikan tempat tinggal, tapi toko,” ungkapnya.
Heri menduga banyak yang terlibat dalam masalah tersebut. Terutama terkait laporan palsu berkenaan dengan program BSPS.
”Tentu yang terlibat komponennya banyak, ada Korlap, tenaga lapangan, dan lainnya,” imbuh Heri. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti