BANGKALAN, RadarMadura.id – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kerap terjadi di dekat area kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Seperti yang dialami Alfian, salah satu mahasiswa UTM yang kehilangan sepeda motor Scoopy bernopol S 3770 JBE.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), aksi pencurian itu terjadi di salah satu kos Pesona Trunojoyo Residence pada Selasa (7/5) bakda subuh.
Maling leluasa melakukan aksinya karena pintu gerbang kos tidak dikunci. Parahnya, di kosan tersebut juga tidak dilengkapi kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV).
Alfian mengatakan, sebelum kejadian, sekitar pukul 19.00, dia baru tiba di kosan. Selanjutnya, dia memarkir sepeda motornya di barisan paling depan.
Sebab, dia sudah tidak memiliki agenda untuk keluar kosan lagi.
”Saya pikir, karena posisinya paling depan, sepeda motor saya pasti aman,” ujarnya.
Berdasar keterangan teman kos-kosannya, sepeda motor miliknya masih terparkir.
Sebab, sekitar pukul 03.00, temannya hendak menjemur pakaian di luar kos. Lalu, sekitar pukul 07.00, sepeda motor Alfian sudah tidak ada di tempat.
”Teman saya lalu bilang, sepeda motor sudah tidak ada di parkiran. Setelah saya cek, sepeda motor saya memang sudah tidak ada,” tuturnya.
Alfian mengaku sudah mengunci setang sepeda motornya. Bahkan, posisi motor diimpit sepeda motor temannya.
Baca Juga: Anggaran Pilkada Terbesar Se-Madura, Pemkab Sumenep Minta Optimalkan Sebaik Mungkin
”Saya lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Kamal. Harapannya, kasus curanmor ini bisa terungkap dan pelakunya tertangkap,” ulasnya Alfian.
Sementara itu, upaya JPRM untuk mendapatkan keterangan dari Kapolsek Kamal AKP Andy Bahtera tidak membuahkan hasil.
Sebab, saat dihubungi melalui telepon selulernya, yang bersangkutan tidak merespons. (c4/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti