BANGKALAN, RadarMadura.id – Dua tersangka pertikaian yang merenggut empat nyawa di Tanjungbumi memang sudah ditahan.
Namun, Polres Bangkalan terus mengembangkan perkara tersebut. Lima orang saksi sudah diperiksa.
Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Heru Cahyo Saputro menjelaskan, pihaknya sudah memanggil lima orang saksi.
Mereka dimintai keterangan untuk menindaklanjuti pengembangan perkara pertikaian yang menewaskan Mat Tanjar, 45; Mat Terdam, 25; Najehri, 42; dan M. Hafit, 44.
”Kami sudah memanggil 5 orang saksi dalam kasus pertikaian yang terjadi di Tanjungbumi,” jelas Heru Senin (22/1).
Heru tidak menjelaskan secara detail saksi yang dimintai keterangan. Dia beralasan saksi harus dilindungi. Karena itu, identitas mereka harus dirahasiakan.
Heru juga mengatakan ada tiga orang saksi lain yang akan dimintai keterangan berkaitan dengan insiden berdarah tersebut. ”Ada beberapa saksi lainnya yang belum memenuhi panggilan,” sambungnya.
Pertikaian yang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjungbumi, Jumat (12/1) itu melibatkan tujuh orang.
Berdasarkan keterangan Hasan Busri dan Wardi, dari pihak korban ada 5 orang di tempat kejadian perkara (TKP).
Namun setelah keempat korban tewas, ada satu orang yang dilepas dan tidak dikenali oleh tersangka.
Polisi masih berupaya untuk mencari identitas orang yang disebut oleh tersangka pada saat pertikaian berlangsung.
Korps Bhayangkara juga tengah berupaya mencari saksi tambahan untuk mengetahui keberadaan satu orang yang disebut-sebut oleh tersangka itu.
”Kami masih mencari saksi yang bisa dimintai keterangan untuk mengetahui orang yang dimaksud oleh pelaku,” ucapnya.
Selain itu, sampai saat ini penyidik Polres Bangkalan hanya mengamankan barang bukti (BB) yang ditemukan di TKP pasca kejadian.
Yakni, sebilah celurit lengkap dengan sarungnya, sebilah pisau dengan sarungnya, satu sarung pisau, dan gagang celurit.
Heru menyampaikan, sampai saat ini belum ada tambahan barang bukti.
Barang bukti lain dari lokasi berupa sepasang sandal selop warna cokelat, sandal jepit warna hitam, dan sandal jepit warna biru.
Sebelumnya Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya menegaskan, pertikaian yang menewaskan empat orang itu bukan dipicu oleh lahan parkir atau tambak.
Perkelahian itu terjadi lantaran kesalahpahaman antara Hasan Busri dan Mat Tanjar.
Hasan Busri semula dipukul oleh Mat Tanjar. Sebab, Hasan Busri menegur Mat Tanjar. Bahkan, setelah itu Mat Tanjar menantang Hasan Busri untuk berduel. Mat Tanjar lalu menyuruh Hasan Busri pulang untuk mengambil senjata tajam (sajam).
Hasan Busri meladeni tantangan Mat Tanjar. Dalam perjalanan pulang ke rumah, Hasan Busri bertemu dengan adiknya, Mohammad Wardi.
Hasan Busri kemudian mengajak adiknya itu. Setiba di TKP, Hasan Busri dan Wardi langsung menghampiri Mat Tanjar.
Informasi yang diterima polisi, saat itu di Buju’ Korong ada sekitar 10 pria yang sudah membekali diri dengan sajam.
Namun, yang turun ke arena hanya lima orang. Tiga orang meninggal di lokasi dan satu lainnya meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tanjungbumi. (za/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti