RadarMadura.id - Di dunia One Piece yang penuh dengan petualangan dan misteri, Bartolomeo adalah salah satu karakter yang mencuri perhatian dengan cara yang sangat unik.
Karakter ini pertama kali muncul di Corrida Colosseum selama arc Dressrosa dan langsung mencuri perhatian dengan penampilannya yang mencolok dan kepribadiannya yang tidak biasa.
Mari kita menjelajahi beberapa fakta menarik tentang Bartolomeo yang mungkin membuat Anda melihatnya dengan cara baru.
1. Profil Dasar Bartolomeo
Bartolomeo adalah seorang pria berusia 24 tahun yang lahir pada tanggal 6 Oktober. Dengan tinggi badan yang menjulang hingga 220 cm, ia jelas merupakan sosok yang sulit diabaikan.
Golongan darahnya, X, menambah keunikan profilnya. Meskipun ia memiliki penampilan yang menonjol, karakter Bartolomeo jauh lebih dari sekadar ukuran fisiknya.
2. Kekuatan Buah Iblis Bari Bari no Mi
Apa yang membuat Bartolomeo begitu istimewa adalah kekuatan yang dimilikinya dari Buah Iblis Bari Bari no Mi. Buah Iblis ini, yang tergolong tipe Paramecia, memungkinkan Bartolomeo menciptakan barrier yang sangat kuat.
Barrier ini tampaknya hampir tak tertembus, dan merupakan salah satu alasan utama di balik keberhasilannya dalam banyak pertarungan.
Menariknya, kekuatan ini sebelumnya dimiliki oleh Kurozumi Semimaru dari Wano, yang meninggal sebelum kekuatan tersebut akhirnya jatuh ke tangan Bartolomeo.
3. Kisah Inspirasi dari Loguetown
Kecintaan Bartolomeo terhadap Luffy tidak muncul secara tiba-tiba. Cerita ini dimulai di Loguetown, ketika Luffy menghadapi eksekusi oleh Buggy.
Meskipun dalam situasi kritis, Luffy tetap bertekad menjadi Raja Bajak Laut, dan sebuah petir yang misterius menyelamatkannya. Bartolomeo, yang menyaksikan kejadian itu, melihatnya sebagai keajaiban dan terinspirasi oleh semangat Luffy.
Kecintaan ini kemudian mendorongnya untuk mengikuti berita tentang Luffy dan akhirnya memutuskan untuk ikut berlayar di lautan luas.
4. Prestasi Mengesankan di Dressrosa
Selama arc Dressrosa, Bartolomeo menunjukkan kemampuannya secara spektakuler. Dengan barrier-nya, ia berhasil mengalahkan Hack, yang tangannya patah akibat serangannya.
Ia juga bertahan dari serangan Elizabello II dengan teknik Barrier Crash, yang membawanya menjadi juara blok B turnamen. Tak hanya itu, Bartolomeo turut berperan dalam mengalahkan Gladius dalam konflik melawan kelompok Doflamingo.
Kemenangan-kemenangan ini menegaskan betapa hebatnya Bartolomeo sebagai petarung.
5. Kapten Kapal Kedua Armada Besar Topi Jerami
Keberhasilan Bartolomeo tidak berhenti di Dressrosa. Ia kemudian bergabung dengan Armada Besar Topi Jerami dan menjadi kapten kapal kedua.
Posisi ini menunjukkan betapa pentingnya Bartolomeo dalam kelompok Topi Jerami, serta peran kunci yang ia mainkan dalam perjalanan mereka.
6. Perjalanan ke New World Tanpa Navigator
Salah satu hal menakjubkan tentang Bartolomeo adalah kemampuannya membawa kelompoknya ke New World tanpa bantuan navigator. Dalam bab 802, terungkap bahwa anggota kelompoknya, Gambia, sering kali meminta saran dari neneknya untuk navigasi. Meski saran tersebut kadang tidak relevan, Bartolomeo dan timnya berhasil mencapai New World, menunjukkan keberanian dan tekad mereka.
7. Kontroversi dengan Kelompok Rambut Merah
Salah satu tindakan Bartolomeo yang paling kontroversial adalah aksinya di pulau yang dikuasai kelompok Rambut Merah, kelompok Shanks.
Dalam cerita sampul The Stories of the Self-Proclaimed Straw Hat Grand Fleet, Bartolomeo terlihat mengacaukan pulau dengan mengalahkan pemimpin geng dan menjual pernak-pernik Topi Jerami.
Dalam bab 873, ia bahkan membakar bendera kelompok Shanks, yang kemungkinan besar akan menimbulkan konflik dengan kelompok tersebut.
Bab 1126 kemudian mengonfirmasi bahwa Bartolomeo benar-benar menghadapi masalah besar akibat tindakannya ini.
Bartolomeo, dengan segala kekuatan dan aksinya yang berani, jelas merupakan karakter yang penuh warna dalam dunia One Piece.
Dari kekuatan luar biasa hingga tindakan yang kontroversial, ia terus menjadi pusat perhatian dan menambah dimensi menarik dalam kisah bajak laut ini. (fadila)
Editor : Fadila An Naila