RadarMadura.id— Dalam dunia manga yang penuh dengan pertarungan melawan kekuatan jahat, "Kimetsu no Yaiba" karya Koyoharu Gotouge menonjol dengan karakter-karakter Hashira yang heroik.
Hashira, atau Pilar, adalah para pemburu iblis elit yang memiliki kemampuan luar biasa dalam membasmi kejahatan. Mereka berdiri di garis terdepan dalam perang melawan Muzan Kibutsuji, sang antagonis utama.
Namun, tak semua Pilar dapat bertahan hidup dalam pertempuran sengit ini. Berikut adalah daftar sembilan Pilar Kimetsu no Yaiba yang telah gugur dan yang masih bertahan hingga kini:
1. Shinobu Kocho, sang Hashira Serangga, menggantikan kakaknya Kanae Kocho yang telah gugur lebih dulu. Dalam pertarungan balas dendamnya terhadap Doma, Shinobu harus menghadapi kematian tragis.
2. Mitsuri Kanroji, Hashira Cinta yang dikenal dengan kekuatan ototnya yang mematikan, berjuang hingga napas terakhirnya melawan Muzan dan meninggal dalam dekapan Obanai Iguro.
3. Obanai Iguro, Hashira Ular, mengungkapkan perasaannya kepada Kanroji sebelum menghembuskan napas terakhir di Kimetsu no Yaiba Chapter 200 setelah luka parah.
4. Tengen Uzui, Hashira Suara, selamat dari pertempuran namun memilih pensiun setelah kehilangan salah satu nyawanya dan tetap berkontribusi pada organisasi Demon Slayer.
5. Kyojuro Rengoku, Hashira Api, menjadi simbol pengorbanan saat ia gugur dalam usahanya melindungi penumpang Kereta Mugen dari Akaza.
6. Muichiro Tokito, Hashira Kabut termuda dan paling jenius, menemui ajalnya di tangan Kokushibo setelah pertarungan sengit yang merenggut lengannya.
7. Giyu Tamioka, Water Hashira yang masih hidup hingga kini, terus berjuang dan mendapat pujian dari Akaza atas kemampuan bertarungnya.
8. Sanemi Shinazugawa, Pilar Angin yang keras kepala dan agresif, masih bertahan hidup dan berkomitmen untuk melawan Muzan.
9. Gyoumei Himejima telah gugur setelah memberikan perlawanan hebat terhadap Kokushibo dan berjuang hingga akhir hayatnya melawan Muzan.
Kematian beberapa Pilar ini meninggalkan duka mendalam bagi penggemar "Kimetsu no Yaiba". Mereka akan selalu diingat sebagai pahlawan yang berani menghadapi kegelapan demi keadilan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila