RadarMadura.id— Boruto Uzumaki, sebagai anak dari Hokage ketujuh, memiliki perjalanan yang penuh tantangan dan konflik.
Berbeda dengan ayahnya, Naruto, yang memiliki Kurama sebagai sekutu setia, Boruto harus menghadapi situasi yang lebih rumit.
Mari kita lihat lebih dalam mengapa Boruto sering menjadi korban dan bagaimana dia menghadapinya:
-
Kekurangan Bijuu
- Naruto memiliki Kurama, Bijuu ekor sembilan, yang memberikan kepadanya kekuatan luar biasa. Kurama adalah perisai andalannya dan selalu siap membantu dalam pertempuran.
- Di sisi lain, Boruto tidak memiliki Bijuu. Dia harus mengandalkan kemampuannya sendiri tanpa dukungan dari makhluk legendaris seperti Kurama.
- Kekurangan ini membuat Boruto harus bekerja lebih keras dan mengandalkan strategi serta keterampilan shinobi yang lebih matang.
-
Momoshiki dan Tanda Karma
- Momoshiki, seorang Otsutsuki, menggunakan tubuh Boruto sebagai wadah. Dia menanamkan tanda Karma pada Boruto untuk mengambil alih tubuhnya dan menghancurkan Bumi.
- Momoshiki bahkan menggunakan Boruto sebagai pion dalam rencananya untuk menghancurkan Rinnegan milik Sasuke.
- Kehadiran Momoshiki di tubuh Boruto mengancam keamanan desa dan membuatnya menjadi incaran Kawaki.
-
Perbedaan dengan Naruto
- Berbeda dengan Naruto, yang selalu memiliki banyak orang yang mendukungnya dan ingin menjaga kedamaian desa, Boruto merasa lebih sendirian secara emosional.
- Meskipun sang ayah akan membantu di kemudian hari, Boruto harus menghadapi tantangan dan musuh dengan lebih sedikit dukungan.
- Namun, perjuangan Boruto juga mengajarkan kita tentang ketangguhan dan tekad untuk melawan bahaya demi melindungi orang-orang yang dicintainya.
Boruto mungkin tidak memiliki keberuntungan yang sama dengan Naruto, tetapi dia memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk menghadapi segala rintangan.
Semoga dia terus tumbuh dan menemukan caranya sendiri untuk melanjutkan warisan shinobi! (fadila)