RadarMadura.id — Dalam saga terakhir yang mendebarkan dari manga fenomenal One Piece, Eiichiro Oda, sang maestro cerita, telah menyiapkan sebuah panggung epik yang menjanjikan lebih banyak kejutan dan pertarungan yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Saga ini, yang dijanjikan akan melampaui semua arc sebelumnya, telah memulai dengan pertarungan heroik antara Garp dan para eksekutif bajak laut Blackbeard, dimana Garp dan timnya beraksi untuk menyelamatkan Coby.
Kemudian, kita menyaksikan serangan brutal bajak laut Kid terhadap Pulau Elbaff, yang berakhir dengan kehancuran mereka oleh bajak laut rambut merah dan duo Dorry-Brogy. Tragedi ini meninggalkan Kapten Kid dan Killer dalam keadaan sekarat.
Di Whole Cake Island, terjadi penculikan dramatis oleh Kuzan dan Van Augur terhadap Pudding, yang mengubah seluruh pulau menjadi lautan es.
Sementara itu, di Pulau Winner, pertarungan sengit terjadi antara Marshal D. Teach dan Trafalgar D. Water Law, yang sayangnya berakhir dengan kekalahan bagi bajak laut hati, meskipun Law berhasil diselamatkan oleh Bepo.
Namun, sorotan utama saga ini terfokus pada Pulau EggHead, dimana angkatan laut mengepung kru topi jerami dan pasukan Vegapunk.
Situasi menjadi semakin tegang dengan turunnya kelima Gorosei ke medan pertempuran.
Penggemar One Piece dibuat terpukau dengan pengungkapan berbagai fakta mengejutkan oleh Oda, termasuk kisah tragis masa lalu Kuma, kekuatan misterius para Gorosei, dan yang paling mengejutkan, rahasia di balik kecerdasan luar biasa Vegapunk.
Vegapunk, ilmuwan jenius yang telah mengembangkan teknologi futuristik dan militer, ternyata adalah pemilik buah iblis Nomi-Nomi No Mi, yang memberinya kemampuan untuk memaksimalkan potensi otaknya.
Ini menjelaskan bagaimana ia mampu menciptakan inovasi yang begitu maju.
Namun, misteri yang menggantung adalah kapan Vegapunk pertama kali memakan buah iblis yang memberinya kecerdasan super ini?
Jawabannya terletak pada pertemuan historis antara Vegapunk dan Monkey D. Dragon di pulau Ohara, 22 tahun yang lalu, setelah tragedi yang menghancurkan penduduk pulau tersebut.
Saat itu, Vegapunk, yang sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan yang ditingkatkan, bertemu dengan Dragon.
Lebih lanjut, MADS, sebuah laboratorium penelitian ilmiah ilegal yang telah aktif selama lebih dari dua dekade, terungkap sebagai tempat di mana Vegapunk memimpin sebagai pemimpin.
Anggota MADS lainnya termasuk Judge, Queen, Caesar, dan Stussy, yang semuanya memiliki hubungan dengan Vegapunk dan buah iblisnya.
Dengan menghubungkan titik-titik ini, kita dapat menyimpulkan bahwa buah iblis Nomi-Nomi No Mi mungkin telah menjadi bagian dari kesepakatan awal antara Vegapunk dan pemerintah dunia, yang memberinya akses ke fasilitas dan sumber daya yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangannya yang revolusioner. (fadila)