RadarMadura.id — Dalam dunia adaptasi anime, sering terjadi perbedaan naratif dengan sumber materi manganya.
Namun, ada momen-momen yang mengejutkan para penggemar ketika karakter yang seharusnya masih bertahan dalam manga, malah diceritakan telah berpulang dalam versi anime.
Berikut adalah ulasan singkat tentang lima karakter yang nasibnya berbeda di antara dua medium tersebut:
Tatsumi dari “Akame ga Kill”:
Dalam anime, kisah Tatsumi berakhir tragis dengan kematiannya. Namun, dalam manga, ia masih bertahan hidup, meskipun dengan konsekuensi transformasi permanen menjadi naga.
Mine, juga dari “Akame ga Kill”:
Anime menunjukkan akhir hidup Mine, sementara dalam manga, ia hanya terbaring koma dan kemudian bangkit kembali, membawa kejutan bahwa ia mengandung anak Tatsumi.
Dakki dari “Hoshin Engi” (versi 1999):
Banyak pembaca manga yang mungkin mengharapkan kematian Dakki karena kekejaman yang ia lakukan.
Dalam manga, Dakki tidak mati, melainkan menjadi satu dengan dunia. Namun, anime tahun 1999 memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Shigure dari “Yu Yu Hakusho”:
Dalam anime, Shigure memilih untuk mengakhiri hidupnya setelah dikalahkan oleh Kurama.
Kejadian ini eksklusif hanya di anime, karena dalam manga, Shigure tetap hidup hingga akhir cerita.
Hao dari “Shaman King” (versi 2001):
Di manga, Hao akhirnya menjadi Shaman King, namun dalam anime versi 2001, nasibnya berbeda. Ia dibunuh oleh Yoh, memberikan twist yang tidak terduga bagi penonton anime.
Perbedaan-perbedaan ini seringkali menjadi topik hangat di kalangan penggemar, membuktikan bahwa adaptasi anime dapat memberikan pengalaman yang unik dan berbeda dari manga aslinya. (fadila)