Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Teori One Piece Chapter 1107, Konsep Keadilan Yang Menarik

Hasan Bashri • Selasa, 6 Februari 2024 | 20:42 WIB
Kizaru punya konsep keadilan seperti cahaya.
Kizaru punya konsep keadilan seperti cahaya.

RadarMadura.id – Spoiler One Piece Chapter 1107 baru saja dirilis dan menampilkan banyak hal menarik yang terjadi di dunia bajak laut.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah karakter Kizaru, salah satu Admiral Angkatan Laut yang memiliki kekuatan Buah Iblis Cahaya.

Kizaru memiliki peran penting dalam chapter ini, karena dia terlibat dalam konflik antara Pemerintah Dunia dan Vegapunk, ilmuwan jenius yang menciptakan banyak teknologi canggih.

Kizaru mengungkapkan bahwa dia hanya roda penggerak dalam mesin Pemerintah Dunia, dan dia tidak memiliki kekuatan untuk menentang sistem yang sudah ada.

Dia merasa bahwa cahaya tidak dapat dihilangkan atau tidak mematuhi sistem ini.

Hal ini sangat berbeda dengan mantan Admiral lainnya, seperti Aokiji, yang berani menentang sistem Pemerintah Dunia yang korup dan rusak di Ohara.

Aokiji pernah mengatakan bahwa keadilan berubah bentuk tergantung di mana kita berdiri.

Hal ini juga berlaku pada prinsip pembiasan cahaya, di mana cahaya dapat berubah arah atau bentuk tergantung di mana kita berdiri.

Kizaru juga memiliki sikap yang fleksibel terhadap aturan, tetapi dia tidak dapat melakukannya sepenuhnya.

Dia bisa merekomendasikan arah tindakan yang berbeda, tetapi pada akhirnya, dia harus tunduk pada perintah sistem.

Salah satu contoh adalah ketika Sengoku memerintahkan Kizaru untuk mengabaikan Sentomaru dan berkeliling saja.

Kizaru menjawab bahwa dia tidak akan mengkhianati cita-citanya. Ini menunjukkan bahwa Kizaru memiliki prinsip cahaya yang merambat lurus dan hanya dapat berubah arah jika dimanipulasi.

Jadi, meskipun Kizaru merasa bahwa dia tidak bisa melanggar perintah sistem, dia menggunakan pengaruhnya untuk mempengaruhi arah yang diambil sistem sampai batas tertentu.

Hal yang sama berlaku pada bagaimana pergerakan cahaya mengatur ukuran perjalanan waktunya.

Ini berkaitan dengan mitologi tentang Saturnus, Dewa Romawi yang juga Dewa waktu.

Saturnus memiliki hubungan dengan Kizaru, karena dia adalah orang yang memberikan perintah kepada Kizaru.

Saturnus juga melambangkan sistem Pemerintah Dunia yang mengatur waktu dan sejarah dunia.

Kizaru juga memiliki hubungan dengan Vegapunk, ilmuwan yang didasarkan pada karakter Einstein dalam dunia nyata.

Einstein adalah orang yang mengembangkan teori relativitas, yang menjelaskan hubungan antara ruang dan waktu.

Vegapunk juga menguasai teknologi yang berkaitan dengan ruang dan waktu, seperti pembengkokan ruang dan waktu, yang disebutkan oleh Oda dalam chapter ini.

Kizaru berada dalam posisi yang sulit, karena dia harus memilih antara Saturnus dan Vegapunk, dua kekuatan yang berlawanan.

Saturnus mewakili waktu, yang menekan Kizaru untuk mengikuti sistem yang sudah ada.

Vegapunk mewakili ruang, yang menantang Kizaru untuk mengubah sistem dengan membawa masa lalu ke masa depan, yaitu abad kekosongan.

Kizaru adalah representasi cahaya, yang dipaksa oleh waktu untuk melawan ruang. Ini juga sesuai dengan teori Einstein, yang menyatakan bahwa ruang dan waktu dapat membengkok dan menciptakan perjalanan waktu.

Oda Sensei menggunakan Kizaru sebagai simbol cahaya untuk mencegah Vegapunk mempengaruhi masa depan dengan mencoba memutar kembali waktu. 

Saat ini, Kizaru merasa harus menuruti perintah dari Saturnus. Namun, apakah itu akan berubah nantinya?

Kembali ke kata-kata Aokiji, keadilan berubah bentuk tergantung di mana kita berdiri.

Kizaru bisa saja mengkhianati Saturnus jika dipengaruhi oleh Vegapunk dan Luffy, tokoh utama yang memiliki semangat untuk mengubah dunia. (hasan

Editor : Hasan Bashri
#bajak laut #Spoiler #Kizaru #1107 #one piece #Chapter