Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menyesakkan Dada! Reuni Singkat Bikin Nano-Nano, Film Past Lives Bawa Kita Menuju Kesadaran tentang Kenangan dan Penerimaan Takdir

Fatmasari Margaretta • Selasa, 21 November 2023 | 21:55 WIB

Past Live Film
Past Live Film

RadarMadura.id – ”Kalau saja dulu dia nggak pergi dan aku menikah dengannya, bakal kayak gimana ya hidupku sekarang?”

Dari pengandaian ini, ”Past Lives” menjelma sebagai romance dewasa yg mengalun tenang, realistis tapi juga mencabik-cabik hati nggak karuan sampai air mata tumpah ruah bahkan meninggalkan perasaan hampa.

Baca Juga: Bikin Hati Remuk Berkeping-keping, Joint Security Area Sajikan Narasi Suram dari Persahabatan Terlarang

Film ini nyeritain seorang perempuan bernama Nora yang diajak reunian oleh crush semasa kecilnya setelah belasan tahun terpisah, yakni Hae Sung.

Ini kisah tentang kenangan, penyesalan, dan takdir yang mengajak penonton merenungi kembali setiap keputusan besar nan dilematis yang pernah diambil.

Nora dan Hae Sung dalam film Past LIves
Nora dan Hae Sung dalam film Past LIves

Masih adakah sesal yang mengganjal di hati, adakah keinginan untuk mengubahnya, atau justru telah berdamai dengan realita bahwa memang inilah jalan hidup yang digariskan? Ini bagus sekali!

Alih-alih dipenuhi momen dramatis meletup-letup, film ini justru dilantunkan secara sunyi dan tenang.

Bukan mengedepankan cerita mengharu biru tentang kasih tak sampai, melainkan perenungan mendalam tentang bagaimana masa kini seseorang dipupuk oleh serangkaian keputusan di masa lampau, bagaimana pendewasaan diri mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan, bagaimana realita tak selalu sejalan dengan ekspektasi.

Photo
Photo

Tapi, benar-benar sulit disangkal, rasanya pilu menyaksikan dua manusia yang seolah ditakdirkan bersatu dan bakal bahagia bersama lantas dipisahkan oleh keadaan sampai-sampai mereka akhirnya meyakini bahwa tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali menerima ini sebagai takdir.

Baca Juga: Menegangkan! Film Concrete Utopia Menguji Rasa Kepedulian, Ternyata Manusia Bisa Sekeji Itu  

Kita melihat Nora dan Hae Sung berproses menuju kesadaran bahwa mereka telah berada di usia yang tak bisa sebatas ikuti kata hati dan butuh lebih banyak pertimbangan saat memilih pendamping hidup.

Kompleksitas pergumulan batin mereka ini dimainkan prima oleh Greta Lee & Teo Yoo yang sekalipun pancaran matanya masih siratkan rindu.

Mereka sejatinya tahu telah melewatkan kesempatan emas. Tak ada lagi main-main, hanya butuh kepastian, penerimaan, dan closure.

Melalui momen reunian singkat yang goreskan pilu teramat sangat yang menjelma jadi kekosongan, film ini turut mengeksplorasi pengalaman imigran, perbedaan kultur serta pendewasaan diri.

Photo
Photo

Alih-alih berubah kekanakan atas nama cinta dan nostalgia, Nora dan Hae Sung bersikap adil, realistis, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil.

Memang menyakitkan, tapi bukannya hidup terkadang seperti itu?

 

Editor : Fatmasari Margaretta
#dilematis #film #ulasan #Trending #menikah #crush #Greta Lee #masa lalu #seru #viral #Past Lives #kata hati #resensi film