RadarMadura.id - Sering disebut salah satu film terbaik Korea, 'Joint Security Area' memang sungguh brilian. Satu suguhan misteri mengikat dari Park Chan-wook yang bikin hati remuk berkeping-keping, apalagi di menit-menit terakhir yang susah dilupakan!
FIlm ini tentang persahabatan antara keempat prajurit beda negara. Semuanya berlangsung aman hingga pertemuan mereka menjadi tragis di mana Jung dan seorang pemimpin regu Korea Utara ditemukan tewas. Peristiwa ini menggegerkan kedua belah pihak yang sama-sama membela tentaranya dan menuduh pihak lawanlah yang bersalah.
Untuk menghindari kemungkinan perang, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutus dua penyelidik netral bernama Sophie E. Jean dan Kapten Persson yang bertugas untuk menyelidiki kasus serta menemukan tersangka sebenarnya.
Di 30 menit awal, film ini memang tampak bak cerita investigasi misteri pembunuhan yang klise. Pelaku sudah tertangkap, tinggal menggali motifnya saja. Tapi siapa mengira jika narasinya yang muram lantas berubah sangat humanis dan apungkan harapan di menit-menit selanjutnya.
Nada narasi cerita dalam film ini melembut dan hadirkan rasa hangat sekaligus haru. Jika Lee Byung-hun berlakon prima di setting "masa kini" sebagai prajurit yang tampak terguncang atas peristiwa yang baru dialaminya, Song Kang-ho bermain karismatik di dua periode sebagai prajurit patriotis sekaligus sosok kakak yang mengayomi.
Penyelidikan dinyatakan tuntas, Lee Soo-hyuk ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan. Saat dijebloskan ke penjara, Lee secara mengejutkan mengambil senjata dari seorang petugas dan kemudian bunuh diri. Rasa bersalahnya benar-benar bikin hati remuk.
Alih-alih ingin tunjukkan keberpihakan ke salah satu pihak, Park Chan-wook sejatinya ingin mengkritisi perang yang hanya wariskan luka. Tentu sulit dipulihkan. Selain itu, dia ingin perlihatkan bagaimana dunia bisa menjadi tempat yang indah nan tenteram apabila manusia mau meredam egonya serta lebih berempati pada sesama.