Pesona Sumenep Undang Jutaan Wisatawan, Kalender Event Jadi Andalan Kejar Target Dua Juta Kunjungan

Amin Bashiri • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 08:28 WIB
HIJAU: Wisatawan berfoto dengan latar Pantai Gili Labak, Sumenep.
HIJAU: Wisatawan berfoto dengan latar Pantai Gili Labak, Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep optimistis target dua juta kunjungan wisatawan sepanjang 2026 dapat terealisasi.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Hingga awal September, jumlah wisatawan Nusantara yang berkunjung ke Kota Keris telah mencapai 1.341.807 orang.

Capaian tersebut menunjukkan geliat sektor pariwisata Sumenep masih cukup tinggi.

Selain wisatawan Nusantara, kunjungan wisatawan mancanegara juga tercatat meski jumlahnya jauh lebih kecil, yakni 330 orang.

Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep menilai capaian tersebut menjadi modal positif untuk mengejar target hingga akhir tahun.

Apalagi, sejumlah agenda wisata masih berlangsung dan berpotensi mendongkrak angka kunjungan.

Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi mengatakan, target kunjungan wisatawan tahun ini memang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada 2025 target kunjungan berada di angka 1,9 juta, tahun ini dinaikkan menjadi dua juta wisatawan.

”Tahun ini naik beberapa persen. Kunjungan wisata di 2026 ini ditarget dua juta wisatawan,” katanya.

Menurut Faruk, realisasi kunjungan yang sudah mencapai lebih dari 1,3 juta wisatawan menunjukkan animo masyarakat terhadap destinasi wisata di Sumenep terus tumbuh.

Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi pencapaian target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

”Sejauh ini, capaian kunjungan wisata di Sumenep cukup positif,” ucapnya.

Dia menjelaskan, salah satu faktor yang turut mendongkrak jumlah wisatawan adalah pelaksanaan kalender event pariwisata.

Berbagai kegiatan yang digelar sepanjang tahun, mulai festival budaya, hiburan, hingga olahraga, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar daerah untuk datang ke Sumenep.

”Ini karena program kalender event yang sudah dijalankan dengan baik,” ucapnya.

Saat ini, Sumenep memiliki 38 destinasi wisata yang tersebar di wilayah daratan hingga kepulauan.

Destinasi tersebut menawarkan beragam potensi, mulai wisata alam, bahari, budaya, hingga sejarah. 

Keberagaman itu dinilai menjadi kekuatan untuk menjaring wisatawan dengan minat yang berbeda-beda.

Sementara itu, destinasi yang berada di bawah pengelolaan langsung Pemkab Sumenep terdapat tiga lokasi, yakni Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan Museum Keraton Sumenep.

”Kalau wisata yang dikelola pemkab itu ada tiga, yakni Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan Museum Keraton Sumenep,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk mengejar kekurangan menuju target dua juta kunjungan, Disbudporapar Sumenep akan terus menggenjot promosi sekaligus mengoptimalkan kalender event. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan wisatawan di sejumlah destinasi.

”Sekarang kami terus melakukan pembenahan di sejumlah objek wisata, baik dari segi sarpras maupun kebersihan dan keamanan wisata,” imbuhnya.

Dengan capaian sementara tersebut, Pemkab Sumenep masih memiliki waktu hingga akhir 2026 untuk mengejar sekitar 658 ribu kunjungan.

Faruk berharap momentum berbagai event dan periode libur panjang dapat menjadi pengungkit tambahan agar target dua juta wisatawan tidak sekadar menjadi angka di atas kertas. (tif/han)

Editor : Amin Bashiri
sumenep wisata wisatawan