Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sumenep dan Laut yang Kita Lupakan

A
Penulis: Amin Bashiri❯
ilustrasi peta sumenep
ilustrasi peta sumenep

Advertisement


Oleh Faiq Nur Fikri*


Advertisement

ADA satu cara pandang yang barangkali sudah terlalu lama kita pakai ketika melihat Sumenep: daratan sebagai pusat, kepulauan sebagai wilayah di luarnya.

Pusat pemerintahan berada di daratan Madura. Dari sanalah kebijakan dibuat, pelayanan bergerak, dan pembangunan direncanakan. Sementara Kangean, Sapeken, Sapudi, Raas, Masalembu, dan pulau-pulau lainnya kerap kita bayangkan sebagai daerah yang jauh, yang baru bisa dicapai setelah menyeberangi laut.

Perlahan, laut pun berubah dalam cara kita memandangnya. Ia lebih sering hadir sebagai persoalan jarak dari pada sebagai jalan penghubung. Padahal, kalau kita mundur sedikit dan melihat sejarah Sumenep, ceritanya justru berbeda.

Advertisement

Sumenep dan Laut

Jauh sebelum istilah kabupaten digunakan seperti sekarang, Sumenep telah tumbuh sebagai kerajaan di lingkungan pesisir. Laut bukan ruang yang berada di luar kehidupan politik dan ekonomi kerajaan. Ia bagian dari kehidupan itu sendiri.

Sejak pertengahan abad ke-18, kepulauan di sekitar Sumenep telah masuk dalam hubungan politik dan perdagangan kerajaan, termasuk dalam pengaturan perdagangan dan pungutan di laut. Pada masa berikutnya, pulau-pulau tersebut ditempatkan dalam pemerintahan Sumenep dan bertahan di dalamnya selama beberapa generasi.

Catatan kolonial abad ke-19 memperlihatkan betapa dekat kehidupan masyarakat Sumenep dengan laut. Mereka berdagang dengan berbagai wilayah di Nusantara, membawa teripang, minyak, tikar, pinang, tembikar, dan beragam komoditas lainnya. Kangean, misalnya, dikenal memiliki kayu berkualitas yang menarik perhatian para pedagang Eropa.

Di sepanjang pesisir Sumenep, sejumlah bandar menjadi tempat barang bergerak dan kapal datang serta pergi. Dari sana hubungan dengan wilayah lain terus berlangsung.

Jalur itu tentu tak selalu aman. Perompakan menjadi salah satu persoalan serius sepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Keamanan pelayaran bahkan menjadi bagian dari urusan pemerintahan.

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan menggelar rapat Timpora Sumenep untuk memperkuat pengawasan WNA, sinkronisasi data, dan koordinasi lintas instansi.

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Kota Keris.

KNPI Sumenep Gaungkan Trimatra Pemuda, Dorong Generasi Muda Aktif Bangun Daerah

KNPI Sumenep Gaungkan Trimatra Pemuda, Dorong Generasi Muda Aktif Bangun Daerah

Generasi muda didorong mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mempromosikan produk unggulan dan pariwisata, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer