Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kuliner Ekstrem Kaldu Kokot Sumenep Jadi Menu Sarapan Wajib Wisatawan, Kuah Kaldu Sumsumnya Bikin Ketagihan

Hasan Bashri • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:25 WIB
Kaldu Kokot Sumenep, Perpaduan Kelezatan Kokot dan Kacang Hijau
Kaldu Kokot Sumenep, Perpaduan Kelezatan Kokot dan Kacang Hijau

RadarMadura.id - Berkunjung ke Kabupaten Sumenep rasanya belum lengkap tanpa mencicipi semangkuk Kaldu Kokot yang hangat pada pagi hari.

Kuliner khas Madura ini dikenal sebagai salah satu menu sarapan paling legendaris di ujung timur Pulau Garam.

Dengan harga yang umumnya berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp35 ribu per porsi, wisatawan sudah bisa menikmati sajian khas yang memadukan kikil sapi, sumsum tulang, dan kuah rempah yang kaya rasa.

Baca Juga: Sate Lalat Pamekasan Kembali Viral di TikTok, Ukurannya yang Unik Bikin Food Vlogger Jakarta Rela Antre Berjam-jam

Bagi sebagian orang, tampilannya mungkin terlihat tidak biasa.

Namun justru di situlah letak daya tarik yang membuat Kaldu Kokot selalu dicari para pemburu kuliner nusantara.

Kuliner Keraton yang Kini Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Kaldu Kokot bukan sekadar makanan tradisional biasa.

Melansir informasi yang dimuat RRI, kuliner ini memiliki hubungan erat dengan sejarah budaya Sumenep dan telah menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

Sejumlah catatan sejarah lokal juga menyebutkan bahwa hidangan ini dahulu kerap hadir dalam jamuan penting yang berkaitan dengan lingkungan bangsawan dan keluarga Keraton Sumenep.

Kini, makanan yang dahulu identik dengan sajian istimewa tersebut dapat dinikmati oleh siapa saja.

Warung-warung Kaldu Kokot mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Sumenep, terutama pada pagi hingga siang hari.

Tampil Garang dengan Potongan Kaki Sapi Utuh

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah isi mangkuknya.

Di dalam semangkuk Kaldu Kokot, pengunjung akan menemukan potongan kaki sapi lengkap dengan tulangnya.

Ukuran potongan tersebut jauh lebih besar dibandingkan hidangan berkuah pada umumnya.

Sekilas tampilannya memang terlihat ekstrem.

Baca Juga: Akses Jalan ke Bukit Jaddih Bangkalan Kini Lebih Mulus, Wisatawan Mulai Padati Kolam Pemandian Goa Putih

Namun setelah dicicipi, tekstur kikil yang empuk dan kenyal justru menjadi alasan utama mengapa banyak orang jatuh hati pada kuliner ini.

Proses perebusan yang berlangsung selama berjam-jam membuat daging dan jaringan ikat pada kaki sapi menjadi sangat lembut.

Rahasia Kelezatan Ada pada Kuah dan Kacang Hijau

Salah satu ciri khas Kaldu Kokot yang membedakannya dari sop kaki sapi biasa adalah penggunaan kacang hijau dalam kuahnya.

Menurut laporan Kompas TV, kacang hijau tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga memberikan tekstur yang lebih kaya pada kuah kaldu.

Perpaduan kaldu sapi, rempah-rempah pilihan, dan kacang hijau menghasilkan rasa gurih yang khas.

Aroma bawang, kemiri, dan rempah tradisional terasa hangat sejak suapan pertama.

Meski menggunakan kaldu sapi yang kaya lemak, rasa kuahnya tetap terasa seimbang dan tidak berlebihan.

Sensasi Menyeruput Sumsum yang Jadi Daya Tarik Utama

Bagi banyak wisatawan, bagian paling dinanti saat menyantap Kaldu Kokot adalah sumsum tulangnya.

Biasanya pengunjung akan diberikan sedotan untuk menikmati sumsum yang berada di dalam rongga tulang kaki sapi.

Ketika sumsum hangat berhasil tersedot keluar, sensasi gurih dan lembut langsung memenuhi mulut.

Pengalaman unik inilah yang membuat banyak wisatawan penasaran dan akhirnya kembali memesan saat berkunjung ke Sumenep.

Tidak sedikit pula yang menganggap momen menikmati sumsum tulang sebagai bagian paling ikonik dari seluruh pengalaman makan Kaldu Kokot.

Warisan Budaya yang Terus Dijaga

Popularitas Kaldu Kokot tidak hanya bertahan karena rasanya yang lezat.

Menurut informasi yang dimuat RRI dan sejumlah sumber budaya lokal, kuliner ini telah ditetapkan sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Status tersebut menjadi bukti bahwa Kaldu Kokot bukan hanya makanan, tetapi juga representasi kekayaan budaya masyarakat Madura.

Setiap mangkuk yang disajikan menyimpan cerita panjang tentang tradisi kuliner yang diwariskan lintas generasi.

Tempat Mencicipi Kaldu Kokot di Sumenep

Bagi wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa autentik Kaldu Kokot, beberapa warung legendaris di Kota Sumenep menjadi tujuan utama.

Salah satunya adalah Warung Kaldu Kokot Ibu Adnan yang telah lama dikenal masyarakat setempat.

Selain itu, Kaldu Kokot Parsanga juga menjadi pilihan favorit banyak pemburu kuliner karena dikenal memiliki tekstur kikil yang empuk dan kuah yang kaya rempah.

Datang pada pagi hari menjadi waktu terbaik karena hidangan biasanya masih segar dan suasana warung belum terlalu ramai.

Informasi Wisata Kuliner Kaldu Kokot

Informasi Keterangan
Asal Kuliner Kabupaten Sumenep, Madura
Bahan Utama Kikil sapi, tulang kaki sapi, kacang hijau
Cita Rasa Gurih, hangat, kaya rempah
Harga Per Porsi Sekitar Rp20.000 hingga Rp35.000
Waktu Terbaik Menikmati Pagi hingga siang hari
Keunikan Menikmati sumsum tulang menggunakan sedotan
Status Budaya Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Kaldu Kokot adalah bukti bahwa kuliner tradisional Madura memiliki karakter yang kuat dan sulit dilupakan.

Perpaduan sejarah, cita rasa, dan pengalaman unik saat menikmati sumsum tulang membuat makanan ini selalu masuk daftar wajib para wisatawan yang datang ke Sumenep.

Jika Anda berkunjung ke Kota Keris, apakah berani mencoba sensasi menyeruput sumsum tulang dari semangkuk Kaldu Kokot yang legendaris ini? (hasan)

Editor : Hasan Bashri
#makanan khas Madura #kuliner legendaris Madura #wisata kuliner sumenep #kaldu kokot #kuliner sumenep