RadarMadura.id - Momen Iduladha selalu identik dengan melimpahnya daging kurban di rumah.
Salah satu yang paling sering diolah adalah daging kambing karena rasanya gurih dan cocok dijadikan berbagai menu.
Namun banyak orang masih kesulitan menghilangkan bau prengus yang cukup menyengat.
Jika salah teknik, aroma khas kambing justru makin kuat dan mengurangi selera makan.
Banyak orang langsung mencuci daging kambing sebelum dimasak.
Padahal langkah tersebut justru bisa membuat aroma prengus semakin melekat pada serat daging.
Air yang bercampur dengan darah dan lemak akan memperkuat bau jika tidak ditangani dengan benar.
Karena itu, daging sebaiknya langsung dipotong dan diolah tanpa dicuci terlebih dahulu.
Cara sederhana yang cukup efektif adalah membuang lemak berlebih pada bagian daging.
Lemak kambing menjadi salah satu sumber utama munculnya aroma prengus saat dimasak.
Semakin banyak lemak yang menempel, semakin kuat pula aroma khas yang keluar.
Membersihkan bagian tersebut dapat membantu menghasilkan masakan yang lebih nikmat.
Penggunaan jeruk nipis dan garam juga menjadi trik tradisional yang masih banyak dipakai hingga sekarang.
Lumuri daging menggunakan perasan jeruk nipis lalu diamkan sekitar 15 menit sebelum dimasak.
Garam membantu mengurangi aroma tajam tanpa menghilangkan rasa alami daging kambing.
Teknik ini cocok digunakan sebelum proses pembakaran atau penumisan.
Selain itu, rempah-rempah menjadi senjata utama dalam mengolah daging kambing kurban.
Jahe, serai, daun jeruk, kayu manis, hingga ketumbar mampu menekan aroma prengus secara alami.
Rempah juga membuat rasa masakan menjadi lebih kaya dan menggoda selera.
Tidak heran jika olahan gulai dan tongseng selalu memakai bumbu rempah cukup kuat.
Beberapa orang juga memilih merebus daging bersama daun pepaya atau nanas muda.
Selain membantu mengurangi bau, bahan tersebut membuat tekstur daging lebih empuk.
Namun penggunaan nanas tidak boleh terlalu lama agar daging tidak hancur saat dimasak.
Cukup diamkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum diolah kembali.
Teknik memasak juga memengaruhi aroma akhir pada hidangan kambing.
Api terlalu kecil dalam waktu lama dapat membuat bau amis semakin terasa.
Sebaliknya, proses memasak dengan api sedang hingga besar membantu aroma rempah lebih cepat meresap.
Cara ini sering dipakai pedagang sate untuk menjaga aroma daging tetap sedap.
Menu sate kambing menjadi pilihan favorit saat Iduladha tiba.
Potongan daging yang dibakar bersama kecap dan bumbu sederhana mampu menghasilkan aroma khas yang menggoda.
Jika diolah dengan benar, bau prengus hampir tidak terasa sama sekali.
Rasa gurih alami kambing justru menjadi daya tarik utama hidangan tersebut.
Kini masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengolah daging kurban kambing di rumah.
Dengan teknik yang tepat, aroma prengus bisa dikurangi tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
Proses memasak juga menjadi lebih mudah dan hasil masakan terasa lebih lezat.
Tidak heran jika olahan kambing selalu menjadi sajian favorit keluarga saat momen kurban tiba. (Syarifah)
Editor : Amin Basiri