RadarMadura.id - Bantul kembali menjadi sorotan para pemburu kuliner yang ingin merasakan kelezatan autentik khas Yogyakarta.
Selain dikenal dengan bentangan alam dan pantai di wilayah selatan, kabupaten ini juga menyimpan kekuatan rasa yang melegenda melalui sajian sate.
Dari warung pedesaan yang tenang hingga sentuhan modern yang tetap mempertahankan cita rasa klasik, setiap tusukan daging menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan.
Menjelang 2025, deretan tempat sate berikut menjadi rujukan penting bagi siapa pun yang ingin menjelajahi Bantul lewat jalur kuliner.
Baca Juga: 7 Koleksi Paling Ikonik di Blockbuster Museum Surabaya yang Menarik Perhatian Pengunjung
Sate Klathak Daging Kambing Thoyib
Berada di kawasan Trirenggo, tempat ini menawarkan sate klathak dengan karakter rasa khas: dagingnya empuk, tidak berbau, serta teksturnya juicy meski bagian luarnya sedikit gosong.
Harga per porsi sekitar tiga puluh ribuan dengan kuah gurih yang menambah kenikmatan. Buka dari pagi hingga malam, cocok untuk santap keluarga setelah menjelajahi pusat kota Bantul.
Sate Kambing Tiban Muda II
Di wilayah Timbulharjo, Sewon, tempat ini populer karena porsinya yang melimpah dan rasa gurih pedas yang menyatu sempurna. Dagingnya lembut tanpa aroma menyengat sehingga nyaman disantap siapa saja.
Tengkleng kambingnya bahkan sering menjadi menu favorit pengunjung. Jam buka dari pagi hingga malam menjadikannya opsi kuliner fleksibel bagi wisatawan.
Bantar Satay House
Terletak di jalur Yogya menuju Purworejo, Bantar Satay House menjadi pilihan ideal bagi pelintas yang ingin rehat sambil menikmati hidangan lezat.
Beragam pilihan sate tersedia, mulai dari ayam, kambing, hingga sapi, dengan bumbu yang meresap. Area parkir luas dan suasana modern membuatnya ramah untuk rombongan wisata.
Sate Kuda Segoro Roso
Bagi penyuka kuliner unik, tempat ini memberikan pengalaman berbeda melalui olahan daging kuda yang gurih dengan sentuhan rasa manis alami.
Menu lain seperti tongseng kuda dan torpedo menjadi daya tarik tersendiri. Buka hingga sore, cocok untuk agenda makan siang ketika berkeliling Pleret.
Sate Klathak Pak Pong
Ikon kuliner Bantul yang sudah dikenal luas ini menggunakan jeruji besi sebagai tusukan sate, sehingga panas merata hingga ke bagian dalam daging.
Ciri tersebut membuat cita rasanya berbeda dengan sate pada umumnya. Meski antrean sering panjang, kelembutan daging kambing mudanya selalu menjadi alasan pengunjung kembali lagi.
Sate Mbak Bella
Suasana pedesaan Imogiri yang tenang menjadi nilai tambah saat menyantap sate di sini. Dari area makan, pengunjung dapat melihat langsung hamparan persawahan yang luas.
Bumbu sederhana khas Jawa dan daging yang lembut membuatnya pas dinikmati kapan saja, apalagi bagi wisatawan yang mencari tempat makan nyaman dan bersih.
Sate Mas Rangga
Berlokasi di Imogiri Timur, warung ini menyajikan sate dengan cita rasa gurih manis yang pas di lidah. Bakarannya rata dan dagingnya empuk sehingga cocok untuk makan malam yang ringan setelah menyusuri kawasan Imogiri. Harga yang terjangkau menjadi alasannya selalu ramai.
Sate Klathak Bu Jazim
Tempat ini terkenal karena satenya yang dibakar pas tanpa meninggalkan rasa gosong yang berlebihan.
Rasa gurihnya seimbang dan cocok bagi pecinta sate kambing muda. Buka hingga larut malam, menjadikannya destinasi kuliner malam favorit di wilayah Pleret.
Sate dan Tongseng Kambing Pak Meyet
Di kawasan Jetis, warung ini menjadi rujukan lama para pecinta rempah. Tongsengnya memiliki kuah kental dengan rasa pedas gurih yang khas.
Sate kambing mudanya juga dibanderol dengan harga terjangkau dan selalu ramai dikunjungi wisatawan setelah dari arah Parangtritis.
Sate Kambing Sor Talok
Menghidangkan suasana pedesaan asri, Sor Talok memberikan pengalaman makan sate yang lebih intim dan tenang.
Dikelilingi sawah hijau, tempat ini menyuguhkan daging kambing tebal yang dibakar sempurna. Menu tongseng dan sop kambing juga layak dicoba bagi penyuka hidangan berkuah.
Sate Bakoh Pusat
Untuk pencinta rasa yang lebih premium, tempat ini menyajikan domba muda dengan aroma khas tanpa bau prengus.
Konsep warungnya modern namun tetap mempertahankan kekhasan cita rasa tradisional. Menu berkualitas dengan harga sebanding membuatnya sering menjadi tujuan utama wisatawan.
Dengan pilihan yang begitu beragam, Bantul memberikan pengalaman wisata kuliner yang memadukan suasana, rasa, serta ciri khas lokal yang kuat.
Menjelang 2025, deretan sate ini menjadi bagian dari perjalanan rasa yang wajib dicoba siapa saja yang mengunjungi Yogyakarta. (hasan)
Editor : Hasan Bashri