RadarMadura.id - Ketika liburan Natal dan Tahun Baru tiba, Yogyakarta kembali berubah menjadi kota penuh energi wisatawan. Tetapi tak semua orang menyukai riuhnya antrean panjang, jalan padat, atau destinasi mainstream yang sudah terlalu ramai.
Bagi yang ingin suasana lebih otentik, tenang, sekaligus tetap menarik untuk dokumentasi media sosial, kampung wisata di Jogja bisa menjadi pilihan terbaru yang saat ini mulai naik daun.
Banyak kampung wisata telah berkembang menjadi ruang wisata berbasis masyarakat yang menawarkan pengalaman berbeda.
Mulai dari sejarah kerajaan, seni tradisi, kerajinan kreatif, sungai yang disulap menjadi destinasi keluarga, hingga agrowisata yang melibatkan warga setempat. Semua menawarkan interaksi langsung dengan budaya lokal, bukan sekadar melihat dari jauh.
Berikut beberapa kampung wisata pilihan di Yogyakarta yang bisa menjadi alternatif itinerary liburan Nataru lebih santai, bermakna, dan kaya pengalaman.
Kampung Wisata Gunungketur Pakualaman
Kawasan ini berada di area pusat kota, namun begitu memasuki gang-gangnya, suasananya terasa jauh berbeda.
Lingkungan yang tenang membuat wisatawan dapat berjalan sambil menikmati jejak sejarah Pakualaman, salah satu kerajaan yang masih eksis di Yogyakarta.
Wisatawan dapat menjelajahi kawasan heritage, masjid bersejarah, hingga bangunan tradisional yang masih dijaga orisinalitasnya. Konsep wisata jalan kaki di sini membuat pengalaman terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Kampung Wisata Kali Gajah Wong Giwangan
Dari tempat sederhana kini berkembang menjadi destinasi keluarga yang menarik. Bendhung Lepen menjadi magnet utama karena sungai yang dulunya biasa kini berair jernih dan dipenuhi ikan, sehingga cocok untuk edukasi lingkungan.
Dermaga Cinta di dekatnya menawarkan aktivitas naik perahu yang cocok untuk pasangan maupun keluarga.
Pengunjung juga bisa hunting oleh-oleh dari UMKM lokal serta mengunjungi Kampung Kelengkeng yang memiliki ratusan pohon dan menjadi daya tarik agrowisata baru di kota.
Kampung Wisata Warungboto Umbulharjo
Kampung ini identik dengan Situs Warungboto, bangunan peninggalan masa Sultan Hamengku Buwono II yang kini sering muncul di media sosial karena arsitekturnya yang fotogenik.
Tidak hanya menikmati sejarah, pengunjung dapat mengikuti berbagai kelas kreatif seperti daur ulang kerajinan, workshop resin, hingga pembuatan kain Shibori yang sedang tren.
Aktivitas ini menarik bagi keluarga, komunitas sekolah, maupun wisatawan yang ingin membawa pulang karya dari pengalaman langsung.
Kampung Wisata Tamansari
Tidak jauh dari Malioboro, kawasan ini menawarkan perpaduan kehidupan kampung tradisional dengan inovasi digital yang diterapkan warganya. Kampung ini dikenal sebagai Kampung Cyber karena teknologi digunakan sebagai bagian dari aktivitas komunitas.
Seni mural, workshop batik, dan lingkungan yang tertata bersih membuatnya cocok untuk wisata santai maupun konten fotografi.
Suasananya dekat dengan ikon wisata Keraton dan kawasan Tamansari, namun tetap tenang dan nyaman dijelajahi.
Kampung Wisata Purbayan Kotagede
Sebagai pusat peninggalan Kerajaan Mataram Islam, kawasan ini menyimpan banyak artefak bersejarah, rumah tradisional, dan aktivitas budaya yang masih bertahan hingga kini.
Yang paling dikenal dari Purbayan adalah kerajinan peraknya. Wisatawan dapat melihat proses pembuatannya langsung atau membeli karya pengrajin lokal yang dibuat dengan detail dan keahlian turun-temurun. Suasana heritage yang kuat menjadikannya menarik bagi pencinta sejarah dan fotografi.
Baca Juga: BRI Tanam 3.000 Pohon di Bandung, Perkuat Komitmen ESG dan Keberlanjutan Lingkungan
Berkunjung ke kampung wisata di Yogyakarta adalah cara baru menikmati liburan tanpa harus berebut ruang dengan ribuan turis di satu titik populer. Setiap kampung menawarkan pengalaman unik yang memadukan budaya, edukasi, sejarah, dan kreativitas warga.
Dengan memilih destinasi alternatif seperti ini, liburan Nataru bukan hanya tentang foto atau keramaian semata, tapi juga kesempatan untuk mengenal kehidupan lokal yang sesungguhnya.
Selamat merencanakan perjalanan dan semoga liburanmu kali ini semakin berkesan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila