Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tak Hanya Indah, 5 Desa Wisata Indonesia Ini Ajarkan Makna Kehidupan Lewat Budaya dan Alam yang Lestari

Hasan Bashri • Kamis, 9 Oktober 2025 | 00:04 WIB

Salah satu pemandangan indah di Desa Nglanggeran
Salah satu pemandangan indah di Desa Nglanggeran

RadarMadura.id— Di tengah gempuran modernisasi dan hiruk-pikuk kota besar, banyak orang mulai mencari makna baru dari liburan.

Tak lagi sekadar berpindah tempat, berwisata kini menjadi perjalanan untuk menemukan kembali ketenangan, kebersahajaan, dan nilai-nilai lokal yang mulai memudar.

Tren inilah yang membuat desa wisata semakin populer.

Bukan hanya menawarkan panorama indah, desa wisata menghadirkan pengalaman autentik yang menghubungkan wisatawan dengan kehidupan masyarakat, budaya, dan alam sekitar.

Baca Juga: Ajak Keluarga Liburan Akhir Tahun ke Pantai Indrayanti, Nikmati Ombak Tenang, Kuliner Laut, dan Suasana Tropis Yogyakarta!

Indonesia, dengan ribuan desa dan kekayaan tradisi, menyimpan banyak destinasi wisata yang dikelola langsung oleh warganya.

Dari sawah bertingkat di Bali hingga perkampungan adat di Lombok, setiap desa punya kisahnya sendiri.

Berikut lima desa wisata pilihan yang memadukan keindahan, edukasi, dan kearifan lokal untuk liburan yang lebih bermakna.

1. Desa Sade, Lombok Tengah – Harmoni Tradisi dan Kesederhanaan

Desa adat Sade di Lombok Tengah menjadi cermin kehidupan masyarakat Sasak yang masih bertahan di tengah arus modernisasi.

Rumah beratap ilalang, lantai tanah liat, dan dinding anyaman bambu menjadi ciri khas desa yang telah berusia ratusan tahun ini.

Setiap sudut Desa Sade mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan dan gotong royong.

Baca Juga: Yuk Liburan ke Taman Ria Suropati Pasuruan! Wahana Seru, Mini Zoo, dan Kolam Renang Siap Temani Akhir Pekanmu!

Wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun ikat tradisional, menonton tari-tarian adat, dan berinteraksi langsung dengan warga yang ramah.

Desa ini menjadi saksi hidup bagaimana budaya dan tradisi bisa terus bertahan tanpa kehilangan pesonanya.

2. Desa Ponggok, Klaten – Wisata Air yang Mengubah Nasib Warga

Dari lahan tandus menjadi desa wisata sukses, kisah Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah, patut diacungi jempol.

Potensi sumber mata air jernih yang dulunya tak terkelola kini disulap menjadi destinasi wisata air populer bernama Umbul Ponggok.

Kolam alami ini menawarkan pengalaman snorkeling dan fotografi bawah air yang unik, lengkap dengan properti menarik seperti sepeda dan motor.

Pendapatan desa pun melonjak, menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat. Ponggok menjadi bukti nyata bahwa inovasi lokal bisa membawa kesejahteraan tanpa merusak alam.

Baca Juga: Resep Telur Teri Tahu Balado, Menu Murah Meriah yang Rasa dan Aromanya Bikin Makan Tambah Lahap

3. Desa Jatiluwih, Bali – Lukisan Hidup di Kaki Gunung Batukaru

Bagi pecinta panorama hijau, Desa Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali, adalah surga dunia.

Hamparan sawah terasering dengan sistem irigasi tradisional subak membuat pemandangan desa ini seperti lukisan hidup yang menenangkan.

Sistem subak yang diwariskan turun-temurun bahkan diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Selain menikmati panorama, wisatawan juga bisa bersepeda di antara pematang sawah, belajar menanam padi, hingga mencicipi kuliner khas Bali di warung tradisional.

Jatiluwih tidak sekadar destinasi wisata, tapi juga pelajaran tentang bagaimana alam, budaya, dan spiritualitas bisa hidup berdampingan dalam keseimbangan.

Baca Juga: Dari Edelweis hingga Amed, Ini 5 Pesona Bali Timur 2025 yang Bikin Jatuh Cinta dengan Sisi Tenangnya Pulau Dewata

4. Desa Nglanggeran, Gunungkidul – Jejak Alam Purba dan Cokelat Lokal

Terletak di kawasan Gunung Api Purba, Desa Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta, menjadi magnet bagi pecinta alam dan petualangan.

Gunung batu berusia jutaan tahun ini menjadi spot favorit pendaki dan fotografer yang ingin menikmati sunrise di atas awan.

Namun daya tarik desa ini tak berhenti di sana. Wisatawan juga bisa berkunjung ke kebun kakao, mencicipi olahan cokelat lokal, atau bersantai di Embung Nglanggeran yang memantulkan warna langit sore.

Desa ini menjadi contoh bagaimana masyarakat bisa menjaga warisan alam sambil mengembangkan ekonomi kreatif berkelanjutan.

5. Desa Pujon Kidul, Malang – Wisata Edukasi dengan Sentuhan Alam Pedesaan

Di dataran tinggi Malang, Desa Pujon Kidul menghadirkan konsep wisata edukatif yang mengajak pengunjung kembali mencintai alam.

Dengan udara sejuk dan panorama pegunungan, desa ini menawarkan berbagai aktivitas seperti menanam sayuran, memberi makan sapi, hingga berfoto di tengah hamparan sawah di kafe sawah yang ikonik.

Keberhasilan desa ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang aktif mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

Pujon Kidul menjadi contoh ideal bagaimana wisata dapat tumbuh tanpa merusak tatanan sosial maupun lingkungan.

Baca Juga: 6 Air Terjun Tersembunyi di Banyuwangi dengan Pesona Eksotis yang Bikin Takjub, Keindahannya Saingi Wisata Alam Ubud dan Malang!

 

Editor : Hasan Bashri
#liburan #wisata #indonesia #rekomendasi wisata #desa wisata