RadarMadura.id — Soto Tauto menjadi bukti bahwa Pekalongan tak hanya terkenal karena batiknya, tetapi juga karena kekayaan kulinernya yang memikat lidah.
Hidangan berkuah ini memadukan rasa gurih rempah dengan aroma khas tauco, menciptakan sensasi rasa yang unik dan sulit dilupakan.
Tak heran jika Soto Tauto menjadi ikon kuliner pesisir utara Jawa Tengah yang kian populer hingga ke luar daerah.
Di balik semangkuk Soto Tauto, tersimpan perpaduan budaya yang menarik.
Penggunaan tauco, fermentasi kedelai yang diyakini sebagai pengaruh Tionghoa, menjadi pembeda utama dari soto di daerah lain.
Rasanya gurih, sedikit asam, dan kaya rempah, menghadirkan harmoni rasa yang khas dan otentik dari dapur masyarakat Pantura.
Bahan-Bahan (untuk 2 porsi)
1/4 kg daging sapi (potong kecil sesuai selera)
2 buah cabai merah besar
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 bungkus tauco
2 lembar daun salam
3 cm lengkuas (memarkan)
1 buah tomat (potong-potong)
Secukupnya daun bawang (iris halus)
Garam, gula, dan penyedap secukupnya
Soun secukupnya (seduh air panas hingga lunak)
Nasi atau lontong untuk penyajian
Cara Membuat (durasi ±1,5 jam)
Tumis bumbu.
Haluskan cabai merah, bawang merah, dan bawang putih, lalu campur dengan tauco.
Tumis hingga harum.
Rebus daging.
Masukkan daging dan daun salam ke dalam air mendidih.
Rebus hingga setengah empuk, buang buihnya.
Masukkan bumbu.
Tambahkan bumbu tumisan ke dalam rebusan daging.
Bumbui dengan garam, gula, dan penyedap rasa.
Masak hingga kuah meresap dan daging empuk.
Seduh pelengkap.
Rendam soun dalam air panas, tiriskan.
Racik soto.
Dalam mangkuk, susun nasi atau lontong, soun, dan daging.
Siram dengan kuah panas, taburi daun bawang dan bawang goreng.
Kuah kental berwarna kecokelatan dari Soto Tauto menyimpan rasa gurih yang dalam.
Setiap suapan menghadirkan perpaduan antara aroma rempah, gurihnya daging sapi, dan sentuhan asam dari tauco yang menggoda selera.
Tambahan sambal dan jeruk nipis memberi kesegaran sekaligus mempertegas cita rasa khasnya.
Menariknya, di Pekalongan, Soto Tauto sering dijadikan menu sarapan hingga makan malam.
Banyak penjual legendaris yang mempertahankan resep turun-temurun dengan cara memasak tradisional, menjaga keaslian rasa yang membuat pelanggan selalu kembali.
Kini, popularitas Soto Tauto meluas ke berbagai kota.
Tak sedikit wisatawan yang menjadikannya oleh-oleh kuliner wajib setiap kali berkunjung ke Kota Batik.
Rasanya yang khas dan mudah dibuat juga membuat hidangan ini kerap dihadirkan di dapur rumah tangga sebagai menu hangat untuk keluarga. (hasan)
Editor : Hasan Bashri