Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sejarah Bebek Sinjay yang Legendaris dI Bangkalan yang Tidak Banyak Orang Tahu

Hasan Bashri • Rabu, 9 Juli 2025 | 00:50 WIB

Bebek Sinjay punya sejarah yang menarik. dari penajaan hingga sejarah berdirinya.
Bebek Sinjay punya sejarah yang menarik. dari penajaan hingga sejarah berdirinya.

RadarMadura.id - Jika Anda menyebut kuliner Madura, nama Bebek Sinjay nyaris selalu jadi yang pertama muncul di kepala.

Sajian bebek goreng kremes berpadu dengan sambal pencit (mangga muda) khasnya, menjadikan warung ini bukan sekadar tempat makan, tapi sebuah destinasi wisata kuliner yang legendaris.

Dengan pengunjung yang terus membludak setiap hari, Bebek Sinjay kini menghabiskan hingga 500 ekor bebek atau sekitar 4.000 porsi nasi dalam sehari.

Popularitas yang terus meroket ini membuat sang pemilik, Muslehah, melihat peluang besar untuk memperluas usahanya.

Baca Juga: Bosan dengan Olahan Tempe yang Itu-Itu Aja? Coba Tumis Kangkung Tempe Hancur yang Pedas Gurih Ini, Pasti Nagih

Tak heran jika kini cabang-cabang Bebek Sinjay telah hadir di sejumlah kota besar di Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, dan Pasuruan.

Awal Mula Berdirinya Bebek Sinjay

Kisah sukses Bebek Sinjay tak lepas dari latar belakang unik yang jarang diketahui banyak orang.

Usaha kuliner ini justru berawal dari sebuah bengkel motor bernama PT Sinar Jaya. Kemudian dikenal dengan singkatan Sinjay.

Menurut sebuah karya ilmiah oleh Ali Mashudi yang mengulas tentang minat beli konsumen pada Bebek Sinjay, ide membuka warung ini muncul dari kebutuhan sederhana.

Kala itu, pelanggan bengkel sering menunggu lama selama proses perbaikan kendaraan.

Karena tidak ada tempat makan terdekat, Muslehah tergerak membuka warung bebek kecil di sekitar bengkel untuk melayani para pelanggan yang lapar.

Baca Juga: Alternatif sehat dan unik, Tepache tawarkan rasa eksotis dengan proses fermentasi alami hanya dalam dua hari

Namun, di awal berdirinya pada tahun 2001, warung ini sepi pengunjung.

Muslehah pun melakukan inovasi penting, yaitu mengubah menu dari bebek berkuah menjadi bebek goreng kering dengan sambal mangga muda.

Perubahan sederhana itu ternyata menjadi titik balik.

Pada 2008, warung kecil tersebut akhirnya dipindahkan ke Jalan Raya Ketengan No. 45, Bangkalan, dan perlahan mulai dikenal luas.

Pelayanan Lengkap untuk Semua Kalangan

Kini, Warung Bebek Sinjay Bangkalan buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

Tidak hanya melayani makan di tempat atau bawa pulang, tapi juga menyediakan layanan pesan antar, yang semakin memudahkan pelanggan menikmati cita rasa otentik Madura di rumah.

Kombinasi antara rasa khas, harga terjangkau, dan cerita inspiratif di balik dapur, menjadikan Bebek Sinjay bukan sekadar menu makan siang, tetapi juga simbol kebanggaan kuliner Madura. (hasan)

Editor : Hasan Bashri
#bangkalan #kuliner #bebek sinjay #legendaris #sejarah #madura #fakta menarik