RadarMadura.id - Pernahkah kamu berpikir, apa sih yang sebenarnya ada di balik Jembatan Suramadu selain jalan lurus menuju kota-kota lain di Madura?
Kalau kamu cuma lewat, kamu kehilangan sebuah kejutan manis. Namanya Bangkalan.
Banyak yang bilang Bangkalan itu cuma kota transit.
Tapi buat saya, setelah seharian penuh menjelajahinya, kota ini adalah paket lengkap sebuah petualangan.
Ada ketenangan batin, ada kuliner yang rasanya meledak di mulut, dan ada pemandangan yang bikin kita sadar, Indonesia itu ajaib.
Berikut Radar Madura rangkum panduan perjalan di Bangkalan, dari wisata hingga kuliner.
Pemberhentian Pertama, Pesarean Syaikhona Kholil
Lupakan sejenak hiruk pikuk di kepalamu. Begitu tiba di sini, di komplek makam Syaikhona Kholil, suasananya langsung terasa beda.
Udara terasa lebih sejuk, dan suara orang-orang mengaji terdengar seperti musik yang menenangkan jiwa.
Syaikhona Kholil adalah ulama yang sangat dihormati, guru dari para pahlawan dan pendiri bangsa.
Kamu tidak perlu menjadi peziarah yang paling religius untuk merasakan getaran spiritual di sini. Cukup duduk, diam sejenak, dan biarkan ketenangan itu meresap.
Rasanya seperti me-recharge energi batin sebelum memulai petualangan fisik.
Saran dari Kami Pakai baju yang sopan ya. Gak perlu ribet, yang penting nyaman dan tertutup. Ini cara kita menghargai tempat dan orang-orang di sana.
Makan Siang di Bebek Sinjay!
Oke, sekarang pegangan! Karena ini bukan sekadar makan siang, ini adalah sebuah RITUAL wajib di Bangkalan.
Nama Bebek Sinjay itu magis. Begitu kamu tiba di warungnya di Jalan Raya Ketengan, kamu akan paham kenapa tempat ini legendaris.
Alamat: Jl. Raya Ketengan No.Km.21, Junok, Tunjung, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69121
Tarif per Porsi: Rp 25.000–50.000
Setalah Makan, OTW Bukit Jaddih yang Sureal
Perut kenyang, hati senang. Sekarang, saatnya memanjakan mata. Kita meluncur ke Bukit Jaddih.
Tempat ini unik luar biasa. Ini sebenarnya bukit kapur yang ditambang, tapi justru karena itu, pemandangannya jadi seperti di planet lain.
Tebing-tebing kapur putih yang menjulang, kolam-kolam dengan air biru kehijauan di bawahnya. Rasanya seperti masuk ke dalam lukisan.
Tempat ini adalah surga buat yang suka foto-foto, atau sekadar ingin duduk diam menikmati pemandangan yang tak biasa. Sebuah oase yang tak terduga di tengah panasnya Madura.
Makan Malam dengan Nasi Serpang
Kalau kamu pikir petualangan kulinermu sudah selesai, kamu salah.
da satu lagi rahasia dapur Bangkalan yang harus kamu coba yaitu Nasi Serpang.
Menemukan penjualnya mungkin butuh sedikit usaha, tapi sepadan.
Ini bukan sekadar nasi campur. Saat dibuka, kamu akan disambut nasi hangat yang dikelilingi berbagai lauk, ada ikan, kerang, telur asin, serundeng, mie, dan sambal khas.
Setiap suapan adalah kejutan rasa yang baru. Rasanya otentik, rumahan, dan ngangenin.
Bangkalan mengajarkan saya bahwa kebahagiaan itu sering kali sederhana.
Ada pada tenangnya doa, pada gurihnya bebek goreng, dan pada indahnya pemandangan tak terduga.
Ini bukan cuma daftar destinasi, tapi sebuah cerita yang akan terus kamu kenang.
Jadi, kapan kamu mau menulis ceritamu sendiri di Bangkalan? (hasan)
Editor : Hasan Bashri