Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dulu Jajanan Anak Sekolah, Sekarang Ladang Cuan: Kerupuk Kuah Jadi Ide Usaha UMKM dengan Modal Kecil Tapi Pasar Besar

Hasan Bashri • Rabu, 2 Juli 2025 | 04:13 WIB

Jajanan ala anak 90-an yang bisa jadi kadang cuan usaha UMKM
Jajanan ala anak 90-an yang bisa jadi kadang cuan usaha UMKM

RadarMadura.id — Di tengah tren kuliner nostalgia yang kian diminati, kerupuk kuah—jajanan legendaris tahun 90-an—kini kembali populer dan membuka peluang emas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Rasanya yang gurih dan cara penyajiannya yang unik membuat kerupuk kuah digemari lintas generasi.

Kerupuk kuah adalah makanan ringan berbasis kerupuk ubi bundar yang digoreng renyah, kemudian disiram dengan kuah kental berbumbu rempah.

Dulu banyak ditemukan di lingkungan sekolah dan pasar tradisional, kini makanan ini mulai merambah pasar online, bazar kuliner, hingga café bertema jadul.

Baca Juga: Enam Partai Politik di Sampang Belum Cairkan Dana Banpol, Salah Satunya Nasdem

Bahan Sederhana, Potensi Besar

Salah satu keunggulan utama dari kerupuk kuah sebagai produk UMKM adalah bahan-bahannya yang ekonomis dan mudah didapat, seperti:

Proses pembuatannya pun sederhana. Kuah dibuat dengan merebus air bersama bumbu dan daun aromatik, lalu dicampur adonan tepung agar mengental. Sementara itu, kerupuk digoreng hingga matang sebelum disiram kuah panas saat disajikan.

Baca Juga: Sensasi Rempah dalam Secangkir Kopi, Resep Kopi Jahe Betawi yang Kaya Rasa dan Gampang Dibuat

Potensi UMKM: Rendah Modal, Tinggi Minat Pasar

Modal yang relatif kecil menjadikan usaha kerupuk kuah cocok bagi pemula UMKM, khususnya di sektor kuliner rumahan.

Dengan estimasi modal awal sekitar Rp 300.000–Rp 500.000, pelaku usaha sudah bisa memproduksi dalam jumlah cukup banyak untuk dijual di lingkungan sekitar maupun secara daring.

Selain itu, nilai jual dari kerupuk kuah bisa meningkat dengan inovasi, seperti varian rasa (kuah pedas, kari, atau rempah) serta kemasan kekinian yang menarik perhatian konsumen muda.

Tidak sedikit pelaku usaha yang berhasil menjualnya lewat platform seperti Instagram, TikTok, hingga marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

Dukungan Digital dan Komunitas

Tren nostalgia dan konten “makanan jadul” yang marak di media sosial memberikan dorongan tambahan bagi pelaku UMKM kerupuk kuah.

Video singkat tentang proses memasak atau testimoni pelanggan sering kali berhasil menarik ribuan penonton, menciptakan peluang promosi tanpa biaya besar.

Selain itu, banyak komunitas kuliner dan program pendampingan UMKM dari pemerintah maupun swasta yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas produksi.

Baca Juga: Sudah Pernah Coba Pisang Goreng Pakai Sambal? Kenalan dengan Pisang Goroho Khas Sulawesi yang Unik dan Kaya Rasa

Kesimpulan

Kerupuk kuah bukan sekadar jajanan masa kecil, tapi juga produk kuliner berpotensi bisnis besar.

Dengan kreativitas dan strategi pemasaran yang tepat, makanan sederhana ini bisa menjadi pintu masuk sukses di dunia usaha kuliner.

Bagi Anda yang sedang mencari ide usaha makanan ringan dengan modal kecil namun potensi untung besar, kerupuk kuah bisa jadi jawabannya.

Editor : Hasan Bashri
#jadul #Kerupuk kuah #pasar besar #enak #usaha umkm #modal kecil #jajanan