RadarMadura.id - Jika liburan panjang atau liburan sekolah kali ini kamu ingin menghindari destinasi yang itu-itu saja, mungkin sudah saatnya menjelajahi jejak sejarah dan kekayaan budaya lokal.
Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menawarkan berbagai pilihan wisata sejarah yang tak hanya memikat, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan spiritual bagi para pengunjung.
Dikenal sebagai “Kota Angin”, Nganjuk menyimpan banyak situs peninggalan bersejarah dari zaman kerajaan hingga masa perjuangan kemerdekaan.
Mulai dari candi peninggalan Majapahit hingga makam tokoh penyebar agama Islam, berikut 6 destinasi wisata sejarah di Nganjuk yang patut dikunjungi saat long weekend.
Baca Juga: Lagi Cari Sensasi Pedas Baru? Coba deh Sambal Andaliman, Dijamin Bikin Kamu Ketagihan Terus!
1. Candi Ngetos, Warisan Agung Kerajaan Majapahit
Terletak di Desa Ngetos, sekitar 17 km dari pusat kota, Candi Ngetos merupakan situs cagar budaya nasional.
Konon, tempat ini merupakan lokasi pendharmaan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit.
Struktur bangunannya yang khas dari batu merah mencerminkan arsitektur Majapahit yang megah.
Lokasi ini sangat cocok dikunjungi saat liburan sekolah untuk memperkenalkan sejarah nusantara pada generasi muda.
2. Monumen Gerilya Jenderal Sudirman, Menyusuri Jejak Sang Panglima
Monumen ini berdiri kokoh di Desa Bajulan sebagai penghormatan terhadap perjuangan Jenderal Soedirman saat memimpin perang gerilya melawan penjajah.
Mengunjungi monumen ini tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme.
Monumen ini berada tak jauh dari Monumen Dr. Soetomo, menciptakan rute sejarah yang menarik untuk dijelajahi saat liburan panjang.
3. Candi Lor, Simbol Awal Mula Nganjuk
Candi Lor diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Nganjuk. Terbuat dari susunan bata merah, candi ini berada di Jl. Panglima Sudirman, Candirejo, Kec. Loceret.
Meski tidak sebesar candi di Jawa Tengah, nilai sejarah dan atmosfernya yang tenang sangat menarik untuk wisata edukasi. Tersedia fasilitas umum seperti mushola dan toilet yang memudahkan pengunjung.
4. Makam Kanjeng Djimat, Napak Tilas Penyebaran Islam
Berlokasi di Kecamatan Berbek, makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir KRT Sosrokoesoemo atau Kanjeng Djimat, seorang utusan Keraton Yogyakarta yang menyebarkan Islam di wilayah Nganjuk.
Ia juga dikenal sebagai Bupati pertama Nganjuk. Tempat ini kerap dikunjungi sebagai destinasi ziarah sejarah dan spiritual saat liburan panjang.
5. Masjid Al-Mubaarok, Masjid Tertua Penuh Sejarah
Masih berkaitan dengan Kanjeng Djimat, Masjid Al-Mubaarok dibangun pada tahun 1745 dan menjadi masjid tertua di Kabupaten Nganjuk.
Berlokasi di Desa Ngrawan, masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga pusat penyebaran agama Islam pada masa lalu.
Arsitekturnya mencerminkan perpaduan budaya lokal dan Islam klasik yang masih terjaga.
6. Prasasti Anjuk Ladang, Akar Sejarah Nama Nganjuk
Meski tidak berbentuk objek wisata fisik seperti candi atau makam, Prasasti Anjuk Ladang menyimpan kisah penting tentang asal-usul nama Nganjuk.
Dikeluarkan oleh Raja Mpu Sindok pada abad ke-10, prasasti ini menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki peran penting dalam sejarah Mataram Kuno.
Tempat ini kerap menjadi bahan studi dan penelusuran sejarah bagi pelajar dan sejarawan.
Baca Juga: Ayam Kecap Ala Rumahan yang Gampang Banget Dibikin, Cocok Buat Kamu yang Baru Belajar Masak!
Jejak Sejarah di Setiap Sudut Nganjuk
Selain keenam destinasi di atas, Nganjuk masih memiliki banyak situs sejarah lainnya yang tersebar di wilayah seperti lereng Gunung Kendeng dan sekitar Sungai Brantas.
Menjelajahi wisata sejarah di Nganjuk bukan hanya menyenangkan, tapi juga menjadi bentuk nyata pelestarian budaya.
Liburan panjang tak harus selalu dihabiskan di mall atau tempat wisata modern.
Berkunjung ke destinasi bersejarah seperti di Nganjuk dapat memberikan pengalaman berharga yang memperkaya wawasan serta meningkatkan rasa cinta tanah air. Jadi, siap menjadikan liburanmu kali ini lebih bermakna? (fadila)
Editor : Fadila An Naila