Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ngopi Langsung dari Kebunnya? Kopi Lego di Gombengsari Tawarkan Wisata Edukasi Saat Long Weekend

Fadila An Naila • Kamis, 19 Juni 2025 | 05:31 WIB

Kopi Lego
Kopi Lego

RadarMadura.id— Jika long weekend ini Anda mencari pengalaman liburan panjang yang tak biasa, cobalah menyusuri lereng Gunung Ijen dan singgah ke Dusun Lerek, Gombengsari, Banyuwangi.

Di sinilah Kopi Lego hadir bukan sekadar sebagai tempat ngopi, melainkan sebagai destinasi wisata edukasi kopi yang menyuguhkan pengalaman autentik langsung dari hulunya.

Tak seperti menikmati kopi di kafe modern, di Kopi Lego Anda diajak mengenal kopi dari akarnya: berjalan di antara pohon kopi, memetik buahnya, menyaksikan proses sangrai tradisional menggunakan tungku kayu, hingga menyeduh dan mencicip kopi langsung di tengah kebun.

Semua pengalaman ini bukan hanya menambah wawasan, tapi juga mempererat hubungan antara pengunjung dan para petani lokal.

Baca Juga: Gak Perlu ke Madura! Resep Sate Ayam Mini Bumbu Kacang Ini Bikin Lidah Joget dan Tetangga Iri!

Kopi Lego berlokasi sekitar 15 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, berada di ketinggian 450-650 mdpl, menjadikannya sejuk dan nyaman untuk dikunjungi.

Kawasan ini dikenal sebagai "kampung kopi rakyat" karena memiliki kebun kopi seluas 850 hektare yang dikelola secara turun-temurun oleh warga setempat.

Saat liburan panjang, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk wisata edukatif bersama keluarga, komunitas, atau bahkan solo traveler yang ingin rehat dari hiruk pikuk kota.

Dengan harga mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per orang, pengunjung bisa mengikuti berbagai aktivitas, seperti tur kebun, praktik menyeduh kopi secara manual (manual brew), menyaksikan proses sangrai dengan wajan tanah liat, hingga memberi makan dan memerah susu kambing etawa.

Baca Juga: Es Milo Cincau Bisa Jadi Jualan Hits Kamu Berikutnya, Modalnya Kecil tapi Rasanya Bikin Nagih Banget!

Salah satu daya tarik utama Kopi Lego adalah konsep carrier-balanced farming yang diterapkan masyarakat.

Limbah kopi dimanfaatkan untuk pakan ternak, kotoran kambing diolah menjadi pupuk organik, dan sebagian limbah rumah tangga didaur ulang untuk keperluan lain.

Pendekatan ini menunjukkan keselarasan antara pelestarian alam dan pengembangan ekonomi rakyat.

Menariknya, seluruh hasil produksi kopi bubuk kemasan yang tersedia di Kopi Lego berasal langsung dari para petani lokal. Kopi-kopi ini bahkan sudah dipasarkan secara daring, dengan harga mulai Rp 45 ribu untuk kemasan 500 gram.

Ini berarti, setiap pembelian Anda secara langsung mendukung keberlanjutan ekonomi warga sekitar.

Untuk pengalaman maksimal, waktu terbaik berkunjung ke Kopi Lego adalah pagi hari pukul 08.00–12.00 saat proses sangrai dan petik kopi berlangsung aktif, atau sore hari pukul 15.00–17.00 ketika matahari mulai miring dan udara semakin sejuk.

Disarankan untuk reservasi terlebih dahulu jika ingin mengikuti tur edukatif.

Setiap bulan Oktober, desa ini juga menggelar Festival Kopi Lego yang mempertemukan petani, pelaku UMKM, dan pecinta kopi dari berbagai penjuru.

Namun di luar bulan festival pun, keaslian dan keramahan tempat ini tetap bisa dinikmati tanpa keramaian berlebihan.

Baca Juga: Mayoritas Parpol di Kabupaten Sampang Belum Ajukan Pencairan Dana Banpol

Bagi para penikmat kopi sejati, atau siapa pun yang ingin mengisi liburan panjang dengan kegiatan bermakna, Kopi Lego menawarkan sesuatu yang berbeda.

Bukan sekadar gaya, tapi pengalaman menyentuh akar budaya dan kehidupan yang menyeduh setiap teguk kopi Anda. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#wisata #seru #Edukasi #long weekend #kopi lego #Gombengsari #Refreshing