Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rasakan Sensasi Klappertaart Manado, Kue Legendaris Perpaduan Budaya Belanda dan Minahasa yang Wajib Dicoba!

Hasan Bashri • Senin, 9 Juni 2025 | 16:57 WIB

Klappertaart Manado
Klappertaart Manado

RadarMadura.id - Selain dikenal dengan keindahan alam bawah laut yang memukau, ibu kota Sulawesi Utara ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah menarik.

Salah satu sajian khas yang sukses mencuri perhatian wisatawan dan pecinta kuliner adalah kue Klappertaart.

Kue legendaris ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi simbol akulturasi budaya antara Belanda dan masyarakat Minahasa.

Baca Juga: Resep Tradisional Bobongko: Camilan Lembut Khas Nusantara yang Cocok Disajikan Hangat Maupun Dingin

Jejak Sejarah Kolonial dalam Setiap Gigitan

Kata "Klappertaart" sendiri berasal dari bahasa Belanda, di mana "klapper" berarti kelapa dan "taart" bermakna kue.

Asal usul kue ini dapat ditelusuri kembali ke masa pendudukan Belanda di Manado, ketika resep khas ini diperkenalkan oleh pendatang Eropa kepada penduduk lokal.

Seiring berjalannya waktu, resep Klappertaart yang diwariskan turun-temurun ini mengalami adaptasi, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner Manado.

Perpaduan Bahan Alami dan Rempah yang Menggoda Selera

Rahasia kenikmatan Klappertaart terletak pada bahan utama kelapa muda yang segar dan lembut.

Kelapa muda ini dipadukan dengan campuran tepung, susu, mentega, dan telur yang menghasilkan tekstur lembut sekaligus rasa manis gurih yang khas.

Keistimewaan kue ini semakin lengkap dengan taburan kismis dan potongan kacang kenari di atasnya, serta aroma hangat dari bubuk kayu manis yang menambah sensasi menggugah selera.

Dua Varian Tekstur untuk Berbagai Selera

Klappertaart hadir dalam dua versi yang berbeda, yang disesuaikan dengan cara penyajiannya:

  1. Klappertaart Original (Tidak Dipanggang)
    Versi asli kue ini tidak melalui proses pemanggangan sehingga menghasilkan tekstur sangat lembut, hampir seperti puding yang meleleh di mulut. Varian ini paling nikmat disajikan dalam keadaan dingin, cocok untuk menikmati suasana santai sambil menyantap dessert.

  2. Klappertaart Panggang
    Dikembangkan sebagai alternatif yang lebih praktis untuk oleh-oleh, Klappertaart panggang memiliki tekstur yang lebih padat dan kokoh seperti kue pada umumnya. Dengan bentuk yang lebih stabil, kue ini mudah dipotong dan dibawa pulang tanpa khawatir hancur.

Baca Juga: Lezatnya Mie Goreng Padang, Sajian Rumahan Kaya Rasa dengan Cita Rasa Nusantara

Klappertaart, Oleh-Oleh Wajib dari Manado

Lebih dari sekadar hidangan penutup, Klappertaart merupakan simbol manis dari akulturasi budaya yang hidup di tanah Minahasa.

Setiap gigitan bukan hanya menawarkan kelezatan unik, melainkan juga mengajak penikmatnya menelusuri jejak sejarah dan tradisi yang membentuk Manado masa kini.

Tak heran bila kue ini selalu menjadi pilihan utama oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Manado.

Bagi Anda yang ingin merasakan cita rasa unik dan kaya akan nilai sejarah, mencicipi Klappertaart saat berkunjung ke Manado adalah sebuah keharusan.

Kue ini membuktikan bahwa perpaduan budaya dapat menghasilkan harmoni rasa yang tak lekang oleh waktu. (hasan)

 

Editor : Hasan Bashri
#rempah #manado #enak #resep #kelapa muda #klappertaart