RadarMadura.id - Menyambut libur sekolah akhir tahun ajaran sekaligus long weekend perayaan Kenaikan Yesus Kristus, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk sejenak melepas penat dari rutinitas.
Tak hanya sekadar berlibur, banyak keluarga memanfaatkan waktu ini untuk berwisata religi.
Salah satu destinasi yang banyak dipilih umat Kristiani adalah Gua Maria—tempat doa dan perenungan yang sarat nilai spiritual.
Berikut lima Gua Maria terpopuler di Jawa Timur yang bisa menjadi pilihan tepat untuk ziarah rohani sekaligus menikmati ketenangan alam selama liburan panjang ini.
Baca Juga: Ayam Goreng Mentega Gurih Manis, Menu Spesial Idul Adha ala Restoran Bintang Lima
1. Gua Maria Jatiningrum, Banyuwangi
Terletak di Dusun Curahjati, Grajagan, Kabupaten Banyuwangi, Gua Maria Jatiningrum bukan hanya dikenal karena suasananya yang damai dan sejuk, tetapi juga karena sumur suci yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan.
Dulunya dikenal sebagai Gua Maria Waluyaning Tiyang Sakit, tempat ini menjadi tujuan ziarah yang diminati umat Kristiani sejak berdiri pada tahun 1960-an.
Fasilitas seperti Griya Semedhi juga tersedia untuk mendukung kegiatan doa dan meditasi, menjadikannya tempat ideal untuk mencari ketenangan selama liburan sekolah dan cuti panjang ini.
2. Gua Maria Sendangrejo, Blitar
Jika Anda sedang berada di Blitar, jangan lewatkan Gua Maria Sendangrejo yang terletak di Kelurahan Ngadirejo, Kepanjenkidul.
Gua ini menawarkan suasana alami dengan suara gemericik air dan pepohonan rindang, menjadikannya tempat sempurna untuk doa dan refleksi diri.
Sejak direnovasi dan dibuka untuk umum pada 2011, tempat ini semakin ramai dikunjungi, terutama di momen-momen liburan seperti sekarang.
Yang menarik, tidak ada biaya masuk untuk mengunjungi Gua Maria Sendangrejo. Ini tentu menjadi pilihan liburan hemat namun penuh makna spiritual bagi keluarga.
3. Gua Maria Lourdes Puhsarang, Kediri
Salah satu ikon wisata religi di Jawa Timur adalah Gua Maria Lourdes Puhsarang. Terletak di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kediri, tempat ini menawarkan pengalaman ziarah yang mendalam.
Di sini, pengunjung akan disambut dengan patung Bunda Maria setinggi 4 meter serta 12 pancuran air suci yang dipercaya memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan.
Suasana sejuk dan asri di sekitar gua, yang berada satu kawasan dengan Gereja Pohsarang, membuat tempat ini cocok untuk wisata rohani keluarga selama liburan sekolah.
4. Gua Maria Sendang Purwaningsih, Malang Selatan
Bagi Anda yang ingin menjauh dari hiruk pikuk kota, Gua Maria Sendang Purwaningsih bisa jadi pilihan tepat.
Terletak di Desa Purworejo, Donomulyo, Kabupaten Malang, gua ini menyuguhkan pemandangan alam yang menenangkan dan cocok untuk meditasi, berdoa, ataupun sekadar merenung.
Akses menuju tempat ini membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Kota Malang, tetapi panorama pedesaan yang memanjakan mata akan membayar setiap perjalanan Anda.
Sangat pas untuk dijadikan alternatif liburan religius bersama keluarga.
5. Gua Maria Fatima, Ponorogo
Berada di lereng barat Gunung Wilis, tepatnya di Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Ponorogo, Gua Maria Fatima hadir sebagai tempat beribadah sekaligus wisata spiritual.
Diresmikan pada tahun 1988, gua ini memiliki kapasitas hingga 3.000 peziarah serta fasilitas pendukung yang lengkap seperti toilet, tempat parkir, aula, dan 14 perhentian kisah penyaliban Yesus.
Tak hanya itu, air pegunungan di tempat ini juga dipercaya membawa berkat kesehatan, sehingga banyak pengunjung yang membawa pulang air sebagai simbol harapan dan penyembuhan.
Baca Juga: Resep Roti Sobek Keju yang Empuk dan Lezat, Sajian Spesial untuk Momen Lebaran Idul Adha
Makna Libur Sekolah dan Religi dalam Satu Perjalanan
Menggabungkan liburan sekolah dengan kegiatan ziarah bisa menjadi cara yang menyenangkan sekaligus bermakna untuk memperkuat nilai-nilai iman dalam keluarga.
Jawa Timur, dengan keberagaman situs Gua Maria-nya, menjadi pilihan terbaik bagi siapa pun yang mencari wisata religi yang menenangkan, sehat, dan menginspirasi.
Jadi, sudah siap menjelajah spiritualitas di tengah keindahan alam Jawa Timur? (hasan)
Editor : Hasan Bashri