Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenal Lebih Dalam Bika: Kue Tradisional Indonesia dengan Aroma dan Tekstur yang Memikat

Fadila An Naila • Kamis, 22 Mei 2025 | 20:48 WIB

Kue Bika Khas Minang
Kue Bika Khas Minang

RadarMadura.id— Mendengar kata bika, bayangan aroma harum pandan, tekstur kenyal, dan rasa manis legit langsung terbayang di benak banyak orang.

Kue tradisional khas Indonesia ini telah menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner nusantara, terutama dikenal dengan varian legendarisnya, Bika Ambon.

Meski namanya mengandung kata "Ambon," asal usulnya sebenarnya berakar kuat di tanah Sumatera Utara.

Baca Juga: Sensasi Gulai Kambing Tanpa Santan, Solusi Lezat untuk Penderita Maag dan GERD

Keistimewaan Bika Ambon, Si Kue Berserat Berongga

Bika Ambon dikenal luas karena teksturnya yang unik—bagian luar yang sedikit garing dan renyah, sementara bagian dalamnya lembut, kenyal, dan berserat dengan rongga-rongga kecil yang khas.

Proses pembuatan kue ini menggunakan campuran bahan utama berupa tepung beras, santan, gula, dan ragi, yang difermentasi terlebih dahulu sebelum akhirnya dipanggang.

Aroma harum pandan, nangka, atau durian yang menggoda semakin menambah daya tarik kue ini, menjadikannya oleh-oleh wajib dari Medan dan sekitarnya.

Variasi Bika dari Minangkabau: Bika Panggang dan Bika Talago

Selain Bika Ambon, daerah Minangkabau di Sumatera Barat juga memiliki versi bika yang tak kalah menarik, yakni Bika Panggang dan Bika Talago. Berbeda dengan Bika Ambon yang bertekstur berserat dan berongga, bika Minangkabau memiliki tekstur lebih padat namun tetap lembut di bagian dalam.

Uniknya, proses pemanggangan bika Minangkabau menggunakan tungku tradisional dengan cetakan dari tanah liat atau besi, sehingga menghasilkan rasa smoky yang khas karena dipanggang langsung di atas bara api.

Bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana, yakni tepung beras, santan, gula, dan sedikit garam. Kadang-kadang, parutan kelapa juga ditambahkan untuk memperkaya rasa dan tekstur. Disajikan hangat, bika ini menjadi teman ideal saat menikmati teh atau kopi di sore hari.

Baca Juga: Meledak di Lidah! Ikan Kembung Balado, Menu Rumahan Rasa Sultan

Filosofi di Balik Proses Pembuatan Bika Tradisional

Pembuatan bika, terutama secara tradisional, mengandung filosofi mendalam tentang kesabaran dan ketelatenan. Adonan bika harus melalui proses fermentasi yang memakan waktu, agar tekstur dan rasa yang khas bisa tercipta sempurna.

Selanjutnya, proses pemanggangan harus dijaga dengan sangat teliti agar matang merata tanpa gosong.

Aroma wangi yang tercium saat bika dipanggang seolah menjadi undangan hangat bagi siapa saja untuk menikmati kelezatan dan kehangatan yang tersimpan di dalamnya. Proses ini bukan hanya soal teknik, tapi juga bentuk penghormatan terhadap tradisi dan seni kuliner nusantara.

Bika, Simbol Kekayaan Kuliner Indonesia

Dengan berbagai varian dan cara penyajian, bika menjadi bukti nyata betapa kaya dan beragamnya kuliner tradisional Indonesia.

Dari tekstur berserat Bika Ambon yang menggoda lidah hingga kehangatan dan kesederhanaan Bika Minangkabau, kue ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghangatkan hati.

Sebagai camilan favorit dan oleh-oleh khas, bika terus mempertahankan eksistensinya di tengah perkembangan kuliner modern.

Jadi, jika Anda ingin merasakan cita rasa autentik kue tradisional Indonesia yang penuh cerita dan makna, jangan lewatkan untuk mencicipi bika, si kue legendaris yang selalu berhasil memikat setiap penggemarnya. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#bika #sederhana #enak #lezat #resep #masakan #tradisional #kue #Nikmat #Cemilan #makanan