Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Coba Liburan ke Tegenungan Waterfall, Permata Alam Tersembunyi di Sekitar Ubud yang Wajib Dikunjungi

Fadila An Naila • Senin, 12 Mei 2025 | 21:48 WIB

Tegenungan Waterfall
Tegenungan Waterfall

RadarMadura.id— Saat mendengar Bali, kebanyakan wisatawan langsung membayangkan pesona Pantai Kuta atau suasana artistik Ubud.

Namun, di balik kemegahan dua destinasi utama tersebut, terdapat sebuah surga tersembunyi bernama Air Terjun Tegenungan.

Berlokasi di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, objek wisata ini menjadi alternatif menarik bagi pencinta wisata alam di Bali, khususnya bagi yang ingin menikmati keindahan air terjun tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pegunungan.

Baca Juga: Jalan-jalan Seru di Jogja Saat Akhir Pekan? Cek 4 Tempat Wajib yang Penuh Sejarah, Kuliner Khas, dan Pemandangan Menawan!

Tegenungan Waterfall, yang juga dikenal sebagai Air Terjun Kemenuh, menyajikan panorama alam yang memukau dengan air yang jatuh deras ke dasar sungai Petanu.

Berbeda dari air terjun lain di Bali yang biasanya berada di dataran tinggi, Tegenungan terletak di dataran rendah, menjadikannya salah satu air terjun yang paling mudah diakses dari kawasan wisata Bali Selatan.

Akses Mudah dari Berbagai Lokasi

Dari kawasan wisata Kuta, wisatawan hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 32 kilometer atau sekitar 1 jam 10 menit perjalanan darat. Sementara dari Tanjung Benoa, jaraknya sekitar 40 kilometer dengan estimasi waktu tempuh serupa melalui jalan tol.

Namun, jika Anda menginap di pusat Ubud, seperti Monkey Forest, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi ini.

Meski aksesibilitasnya mudah, pengunjung tetap harus menuruni ratusan anak tangga untuk mencapai dasar air terjun.

Tantangan fisik ini justru menambah keseruan petualangan. Bagi yang tidak sanggup menuruni tangga, pemandangan air terjun tetap bisa dinikmati dari atas tebing, meskipun tetap dikenakan tiket masuk.

Baca Juga: Lagi rame banget! Ini dia resep Jigor Pedas, tahu isi aci yang disiram sambal kol pedas, bikin lidah panas tapi ketagihan!

Tiket Masuk Terjangkau dan Fasilitas Semakin Tertata

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, fasilitas di Tegenungan Waterfall kini semakin tertata dan bersih. Pengelola setempat telah menerapkan tiket masuk untuk mendukung perawatan kawasan.

Harga tiket masuk untuk dewasa dikenakan Rp 30.000 per orang, sementara anak-anak (usia 5-9 tahun) dikenai tarif Rp 15.000. Biaya parkir mobil juga cukup terjangkau, hanya Rp 5.000.

Jam operasional wisata ini dimulai pukul 06.30 hingga 18.30. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sekitar pukul 07.00 atau sore hari setelah pukul 16.30, guna menghindari panas terik matahari.

Kombinasi Alam, Petualangan, dan Budaya

Tegenungan Waterfall menjadi pelengkap ideal bagi pengalaman wisata di Ubud, yang terkenal dengan kekayaan seni, budaya, dan sejarahnya.

Setelah menikmati museum, pertunjukan tari Barong, atau rafting di Sungai Ayung, berkunjung ke air terjun ini memberikan nuansa petualangan yang segar dan menenangkan.

Bagi wisatawan yang telah menjelajahi berbagai sudut Ubud dan mencari alternatif destinasi alam, Tegenungan adalah pilihan tepat yang menyuguhkan pesona alami Bali yang autentik. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#ubud #liburan #wisata #hits #bali #seru #viral #tegenungan waterfall #keluarga