RadarMadura.id - Terletak di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi seolah menjadi gerbang menuju keajaiban alam yang luar biasa.
Kabupaten ini tidak hanya kaya akan lanskap memukau, tetapi juga menyimpan potensi wisata yang menggabungkan petualangan, keasrian, serta nilai-nilai pelestarian lingkungan.
Dikelilingi oleh pegunungan dan Samudra Hindia, Banyuwangi menjelma sebagai surga wisata yang wajib dijelajahi.
Bukan hanya tentang keindahan, pengembangan sektor pariwisata alam di Banyuwangi juga berkontribusi besar pada perekonomian lokal dan pelestarian lingkungan.
Dari hutan tropis purba, pantai eksotis, air terjun megah, hingga kawah vulkanik berapi biru, berikut tujuh destinasi wisata alam yang paling memikat di Banyuwangi dengan urutan yang tak terduga:
1. De Djawatan Benculuk: Hutan Instagramable ala Film Fantasi
Pernah membayangkan berjalan di tengah hutan ala Lord of the Rings? Datanglah ke De Djawatan Benculuk di Kecamatan Cluring.
Barisan pohon trembesi raksasa berusia puluhan tahun menjulang tinggi, menciptakan lorong alami nan eksotis yang seolah membawa kita ke dunia lain. Tidak heran jika tempat ini dijuluki “Hutan Fangorn”-nya Banyuwangi.
Awalnya, kawasan ini hanyalah lahan resapan air milik Perhutani. Namun, sejak resmi dibuka sebagai objek wisata pada 2018, De Djawatan langsung mencuri perhatian wisatawan karena keindahannya yang dramatis.
Cocok untuk swafoto, piknik keluarga, atau sekadar melepas penat sambil menikmati semilir angin di bawah rimbunnya pohon.
2. Gunung Ijen dan Api Birunya yang Mendunia
Tak ada kunjungan ke Banyuwangi yang lengkap tanpa menyambangi Gunung Ijen. Terkenal berkat fenomena alam api biru—salah satu dari hanya dua di dunia—gunung ini adalah primadona wisata yang mendunia.
Di pagi buta, para pendaki rela menapaki jalur setapak demi menyaksikan kawah berwarna toska yang memancarkan cahaya biru menyala dari gas belerang yang terbakar.
Kawasan Gunung Ijen telah ditetapkan sebagai Cagar Alam sejak 1920 dan sebagian diubah menjadi Taman Wisata Alam pada 1981.
Tidak hanya fenomena alamnya yang unik, tetapi keindahan lanskap serta perjuangan para penambang belerang di sana membuat pengalaman wisata ini sangat berkesan.
3. Air Terjun Lider: Permata Tersembunyi di Tengah Hutan
Bagi pencinta petualangan, Air Terjun Lider adalah destinasi wajib. Terletak di kawasan hutan lebat, air terjun setinggi 60 meter ini menawarkan panorama yang masih alami dan belum terlalu tersentuh komersialisasi.
Disebut-sebut sebagai “surga tersembunyi”, Lider menjadi favorit para pecinta alam dan fotografer.
Dengan bebatuan besar dan aliran sungai yang jernih, suasana di sekitar air terjun terasa sangat damai. Meski membutuhkan sedikit usaha untuk mencapainya, pengalaman yang didapat sepadan dengan keindahan yang ditawarkan.
4. Pantai Pulau Merah: Panorama Eksotis dan Ombak Menantang
Siapa sangka Banyuwangi punya spot berselancar kelas dunia? Pantai Pulau Merah adalah buktinya.
Dikenal dengan bukit tanah merah kecil yang muncul di dekat bibir pantai, tempat ini tak hanya menyuguhkan pemandangan sunset yang memesona, tetapi juga ombak yang menantang bagi para surfer.
Pantai ini menjadi destinasi favorit sejak diperkenalkan ke publik pada awal 2000-an. Selain berselancar, wisatawan juga bisa snorkeling, memancing, menikmati kuliner laut, hingga menyaksikan upacara adat yang kerap digelar di kawasan ini.
5. Taman Nasional Alas Purwo: Hutan Purba dengan Kekayaan Hayati
Menyusuri Taman Nasional Alas Purwo seperti memasuki dunia yang belum tersentuh.
Terletak di ujung tenggara Banyuwangi, kawasan seluas lebih dari 43 ribu hektare ini merupakan rumah bagi beragam ekosistem: mulai dari hutan hujan tropis, savana, hutan bakau, hingga pantai.
Di sini, pengunjung dapat menjumpai berbagai satwa liar seperti banteng, kijang, hingga burung merak. Keunikan Alas Purwo juga terletak pada nuansa mistisnya yang dipercayai oleh masyarakat lokal sebagai tanah paling tua di Pulau Jawa.
6. Air Terjun Tirto Kemanten: Keindahan Ganda di Lereng Raung
Terletak di Dusun Wonorejo, Kalibaru, Air Terjun Tirto Kemanten menawarkan keindahan ganda.
Terdiri dari dua aliran air setinggi 10 meter yang berdampingan, air terjun ini menyuguhkan panorama unik dan menyegarkan.
Nama “Kemanten” atau “pengantin” berasal dari bentuk air terjun yang menyerupai sepasang mempelai berdiri berdampingan.
Dikelilingi perkebunan kopi dan kakao, suasana sejuk di sekitar Tirto Kemanten menjadikannya tempat sempurna untuk menyepi dari hiruk-pikuk kehidupan kota.
7. Pantai Plengkung: G-Land, Surga Peselancar Dunia
Dikenal dengan julukan G-Land, Pantai Plengkung adalah magnet bagi peselancar profesional dari seluruh penjuru dunia.
Ombaknya bisa mencapai tinggi 6 meter dan membentuk barrel sempurna—impian setiap surfer. Tak heran jika pantai ini masuk dalam daftar spot selancar terbaik dunia.
Selain keindahan lautnya, kawasan ini juga dikelilingi hutan tropis yang masih asri karena berada dalam wilayah Taman Nasional Alas Purwo.
Kombinasi antara alam liar dan laut lepas menjadikan Plengkung sebagai paket lengkap untuk petualangan ekstrem sekaligus relaksasi.
Menjelajahi Banyuwangi, Menyatu dengan Alam
Dengan segala keindahan dan keunikannya, Banyuwangi tak hanya layak disebut sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai contoh bagaimana alam bisa menjadi aset pembangunan berkelanjutan.
Dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan pelaku pariwisata menjadi kunci agar pesona Banyuwangi tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang.
Jadi, jika Anda mencari pengalaman alam yang tak terlupakan di tanah Jawa, Banyuwangi adalah jawabannya.
Dari puncak gunung hingga debur ombak pantai, semua keajaiban ada di sini—menunggu untuk Anda jelajahi. (fadila)
Editor : Fadila An Naila