RadarMadura.id— Bayangkan bola hijau kecil yang kenyal, dibalut kelapa parut segar, lalu seketika meledakkan rasa manis yang hangat saat Anda menggigitnya.
Inilah Klepon Kecerit, camilan tradisional khas Lombok yang tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga menyimpan cerita rasa yang menggoda untuk ditelusuri.
Di balik tampilan sederhananya, Klepon Kecerit menyembunyikan ledakan rasa yang sulit dilupakan.
Nama “kecerit” sendiri bukan sekadar julukan—ini adalah sensasi nyata dari cairan gula merah yang pecah begitu masuk ke mulut, menciptakan pengalaman kuliner yang tak tertandingi.
Bukan hanya makanan, klepon ini adalah kenangan masa kecil, hangatnya sore di teras rumah, dan senyum ibu di dapur.
Baca Juga: Bikin Semur Ayam di Dapur Sendiri, Siapkan Diri untuk Nikmati Rasa yang Nggak Bisa Dilupakan
Diolah dengan Cinta, Disajikan dengan Tradisi
Bahan yang digunakan untuk membuat klepon ini memang sederhana: tepung ketan, air daun suji, kelapa parut, dan tentunya gula merah yang menjadi bintang utama. Namun proses pembuatannya adalah seni tersendiri.
Adonan kulit klepon dimasak sebagian bersama tepung beras dan air daun suji, menghasilkan tekstur yang kenyal namun lembut di gigit.
Setelah adonan siap, proses pembentukan dimulai—satu demi satu, adonan dibulatkan, diisi dengan gula merah cair yang sudah dimasak bersama pandan dan garam, lalu ditutup dan dibentuk sempurna.
Tak boleh terlalu besar atau terlalu kecil, karena keseimbangan rasa adalah segalanya dalam setiap gigitan.
Rebus, Dinginkan, Gulirkan
Klepon yang sudah dibentuk direbus dalam air mendidih hingga mengapung—pertanda bahwa isiannya telah siap meledak. Tak lama, klepon dicelupkan ke dalam air dingin untuk menjaga kekenyalannya.
Terakhir, bola-bola ini digulirkan dalam kelapa parut kukus yang telah diberi sentuhan pandan agar harum khasnya semakin kuat.
Hasil akhirnya? Camilan mungil yang siap menyihir siapa pun yang mencicipinya. Gigitan pertama adalah kejutan, gigitan kedua adalah nostalgia, dan sisanya adalah kenikmatan tanpa akhir.
Dari Dapur Lombok ke Meja Nusantara
Kini, Klepon Kecerit tak lagi hanya milik masyarakat Lombok. Popularitasnya telah menyebar hingga ke luar pulau, menjadi oleh-oleh favorit dan incaran para pelancong.
Di balik kesederhanaannya, klepon ini adalah simbol kehangatan, tradisi, dan kecintaan pada kuliner lokal.
Tak heran jika klepon ini disebut sebagai “permata hijau dari Lombok”.
Sebab setiap butirnya bukan hanya menyuguhkan rasa, tetapi juga menyampaikan cerita—tentang budaya, tentang keluarga, dan tentang bagaimana makanan bisa membuat kita kembali pulang, meski hanya lewat satu gigitan. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri