RadarMadura.id— Pernah membayangkan satu gigitan bisa membawa Anda menjelajah cita rasa Pulau Dewata?
Sate lilit adalah jawabannya.
Bukan sembarang sate, kuliner khas Bali ini punya cara unik memikat lidah: daging yang dibumbui rempah-rempah aromatik, dililit rapi pada batang serai, lalu dipanggang hingga harum semerbak.
Baca Juga: Wangi Pandan dan Manisnya Tradisi: Resep Kue Apem Kukus yang Bikin Susah Berhenti Ngemil
Berbeda dengan sate pada umumnya yang ditusuk kayu, sate lilit justru menggunakan batang serai sebagai media lilit.
Selain memberikan aroma khas saat dibakar, batang serai yang dibasahi terlebih dulu juga menjaga daging agar tak cepat gosong saat dipanggang dengan api kecil.
Untuk menghasilkan sate lilit yang otentik, bahan-bahannya perlu dipilih dengan cermat.
Daging ayam bagian dada dan paha digiling halus agar teksturnya lembut namun tetap juicy.
Tambahkan kelapa parut sangrai yang harum, serta sedikit santan agar adonan terasa gurih dan lembap.
Rahasia kelezatan sate lilit sesungguhnya terletak pada racikan bumbunya.
Bawang merah, bawang putih, cabai keriting, kemiri, kunyit, jahe, dan kencur dihaluskan, lalu ditumis hingga matang dan harum.
Tak lupa, irisan daun jeruk segar ditambahkan untuk memperkaya aroma.
Baca Juga: Hangatnya Semangkuk Sup Rumahan: Resep Sederhana yang Bikin Rindu Masakan Ibu
Semua bahan ini lalu diaduk rata bersama garam dan gula secukupnya, sebelum akhirnya dililitkan pada batang serai. Setelah itu, sate dipanggang di atas teflon dengan sedikit margarin. Wangi yang muncul saat proses ini bisa langsung membangkitkan selera siapa pun di sekitarnya.
Setelah matang, sate lilit siap disajikan. Cocok dinikmati dengan nasi hangat, sambal matah, atau bahkan dimakan langsung sebagai camilan istimewa.
Waktu memasaknya pun relatif singkat—cukup 50 menit dari awal hingga siap disantap.
Sate lilit bukan hanya makanan, tetapi pengalaman.
Tiap gigitannya membawa Anda lebih dekat dengan kekayaan rempah-rempah Indonesia, khususnya Bali yang penuh warna.
Dalam balutan sederhana, tersimpan kelezatan yang sarat cerita budaya dan tradisi. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila