RadarMadura.id— Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) selama ini dikenal luas sebagai destinasi favorit para pendaki dan pencinta alam. Namun, siapa sangka di balik rimbunnya hutan dan sejuknya udara pegunungan, tersembunyi sebuah permukiman unik yang dikenal dengan nama Kampung Tokyo. Terletak di Dusun Malani, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kampung ini menawarkan pengalaman wisata yang tak biasa.
Berjarak sekitar 66 kilometer dari pusat Kota Bogor atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam perjalanan, Kampung Tokyo menyuguhkan panorama alam yang asri lengkap dengan suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Namun, daya tarik utamanya bukan hanya pada suasananya yang damai, melainkan pada arsitektur rumah-rumah penduduk yang menyerupai hunian kayu khas Jepang.
Baca Juga: Terong Saus Tiram, Lauk Rumahan Simpel yang Bisa Bikin Ketagihan
Warisan Sejarah dari Masa Penjajahan
Menurut laman resmi wisata Halimun Salak, pemukiman Kampung Tokyo telah berdiri sejak masa pendudukan Belanda. Bangunan-bangunan di sana dulunya didirikan oleh warga Jepang yang bermukim di kawasan tersebut. Hingga kini, sebanyak 32 rumah yang tersusun rapi di atas lahan seluas 3.700 meter persegi itu masih mempertahankan desain asli dengan material kayu dan anyaman bambu, menciptakan kesan autentik dan eksotis.
Struktur rumah-rumah yang sejajar dan seragam, berpadu dengan lanskap perbukitan hijau dan kebun teh yang menghampar di sekelilingnya, menjadikan Kampung Tokyo bak lukisan hidup yang memesona. Tak heran jika permukiman ini perlahan mulai mencuri perhatian para wisatawan domestik, khususnya mereka yang menggemari wisata budaya dan sejarah.
Pengalaman Wisata yang Berbeda
Sebagian besar warga Kampung Tokyo merupakan masyarakat Sunda yang menggantungkan hidupnya sebagai petani di kebun teh Nirmala Agung. Namun, beberapa rumah kini juga difungsikan sebagai homestay yang siap menyambut wisatawan yang ingin merasakan langsung kehidupan di desa dengan nuansa Jepang ini.
Menginap di Kampung Tokyo bukan hanya soal suasana, tetapi juga petualangan. Wisatawan dapat mengeksplorasi berbagai destinasi alam di sekitar Gunung Halimun Salak, mulai dari terasering 1001 undak yang fotogenik, perkebunan teh yang menenangkan, hingga Curug Dombang yang megah dengan air terjun setinggi 12 meter dan kemiringan 40 derajat.
Baca Juga: Masakan Ayam Kentang Kecap Tanpa Ribet: Rasa Rumahan yang Menghangatkan, Cuma 25 Menit!
Akses Terbatas, Pesona Tak Terbantahkan
Meski akses menuju Kampung Tokyo masih terbatas—dengan jalanan berbatu dan belum terhubung langsung ke jalan besar—hal ini tidak menyurutkan minat para pelancong yang mendambakan pengalaman berbeda. Justru, keterpencilannya menjadi nilai lebih bagi mereka yang mencari ketenangan dan keaslian.
Dengan segala keunikannya, Kampung Tokyo di Desa Malasari menjadi salah satu destinasi wisata tersembunyi yang layak masuk dalam daftar kunjungan Anda berikutnya. Bagi pencinta wisata alam sekaligus budaya, tempat ini menawarkan dua pengalaman dalam satu perjalanan: sensasi pedesaan khas Indonesia yang bersanding harmonis dengan nuansa arsitektur Jepang di tengah hijaunya alam Bogor. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri