RadarMadura.id - Setiap tahun, masyarakat Kabupaten Lampung Barat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan cara yang unik dan penuh warna.
Mereka menggelar Pesta Sekura, sebuah tradisi seni topeng yang menjadi simbol kegembiraan dan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Sekura merupakan bagian dari seni topeng yang berkembang di pesisir barat Lampung.
Dalam tradisi ini, seseorang disebut "ber-sekura" ketika wajahnya tertutup sebagian atau seluruhnya.
Penutup wajah yang digunakan bisa berupa topeng kayu, kacamata hitam, kain, atau bahkan polesan warna pada wajah.
Selain itu, peserta pesta sekura juga mengenakan pakaian dengan warna-warna mencolok, menambah kemeriahan suasana.
Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ekspresi budaya masyarakat dalam merayakan Idul Fitri dengan penuh semangat.
Sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri, Pesta Sekura melibatkan berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Semua berbaur dalam suasana yang akrab dan penuh kebersamaan.
Salah satu momen yang paling dinanti adalah silaturahmi keliling, di mana peserta mendatangi rumah-rumah warga untuk bersilaturahmi dan menikmati suguhan khas Lebaran.
Makanan yang diperoleh dari kunjungan ini kemudian dibawa ke lokasi acara dan disantap bersama-sama. Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong dan persaudaraan yang menjadi inti dari perayaan Idul Fitri.
Pesta Sekura bukan sekadar hiburan, tetapi juga warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Lampung Barat.
Tradisi ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial, menjaga nilai-nilai luhur, serta mengenalkan seni topeng khas Lampung kepada generasi muda.
Seiring dengan berkembangnya zaman, Pesta Sekura semakin dikenal luas dan berpotensi menarik wisatawan yang ingin merasakan langsung kemeriahan perayaan Idul Fitri di Lampung Barat.
Dengan begitu, tradisi ini diharapkan tetap lestari dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.***
Editor : Amin Basiri