RadarMadura.id — Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi gemilang dalam dunia pariwisata. Tiga desa wisata dari provinsi ini berhasil meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), menunjukkan bahwa keindahan alam dan budaya Minangkabau tak hanya memikat wisatawan lokal, tetapi juga mendapat pengakuan nasional bahkan internasional.
Desa-desa tersebut adalah Nagari Pariangan, Nagari Silokek, dan Green Talao Park. Setiap desa memiliki keunikan tersendiri yang menjadikannya destinasi istimewa bagi para pelancong.
Nagari Pariangan: Desa di Lereng Merapi yang Mendunia
Di lereng Gunung Merapi, berdiri sebuah desa yang begitu memikat dengan pesona alam dan budaya yang masih terjaga. Nagari Pariangan, yang berada di Kabupaten Tanah Datar, tidak hanya menjadi kebanggaan Sumatera Barat, tetapi juga Indonesia.
Desa ini pernah dinobatkan sebagai salah satu desa terindah di dunia oleh sebuah media pariwisata asal New York, Amerika Serikat.
Ketika memasuki desa ini, pengunjung akan disambut oleh rumah-rumah adat Minangkabau yang tertata rapi, menciptakan suasana klasik yang seolah membawa wisatawan kembali ke masa lampau.
Di sini, sejarah dan budaya begitu kental terasa. Masjid Islah, yang menjadi salah satu ikon desa, berdiri megah dengan arsitektur khas Minangkabau. Tak jauh dari sana, Pancuran Air Panas yang berasal dari Gunung Merapi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi relaksasi alami. Keindahan dan keunikan Nagari Pariangan inilah yang membuatnya meraih Juara 1 dalam kategori Desa Wisata Berkembang di ADWI.
Nagari Silokek: Destinasi Alam dan Sejarah yang Dipromosikan Secara Digital
Berbeda dengan Nagari Pariangan yang terkenal dengan warisan budaya Minangkabau, Nagari Silokek di Kabupaten Sijunjung menawarkan perpaduan antara keindahan alam dan nilai sejarah.
Desa ini dikenal dengan formasi batuan purba yang berusia jutaan tahun serta Goa Basure, gua sepanjang 250 meter yang menyimpan pesona geologi luar biasa.
Namun, daya tarik Nagari Silokek tidak hanya berhenti di alamnya. Jejak peninggalan kolonial Belanda dan Jepang masih bisa ditemukan di beberapa sudut desa, mengingatkan wisatawan akan perjalanan sejarah yang telah dilalui daerah ini.
Dengan inovasi digital yang kreatif, desa ini berhasil memperkenalkan keindahannya ke khalayak luas, sehingga dinobatkan sebagai Juara Harapan 1 dalam kategori Digital Kreatif di ADWI.
Green Talao Park: Wisata Alam dengan Sentuhan Ekowisata
Terletak di Kabupaten Padang Pariaman, Green Talao Park adalah surga kecil bagi para pecinta alam. Meski baru dibuka untuk umum pada tahun 2020, desa wisata ini telah berhasil mencuri perhatian dengan keindahan pantainya yang eksotis dan pengalaman ekowisata yang ditawarkannya.
Di sini, pengunjung dapat menjelajahi hutan nipah dan mangrove melalui jalur trekking yang telah disediakan. Suasana sejuk dan asri menjadikan perjalanan semakin menyenangkan, terlebih dengan adanya berbagai aktivitas menarik seperti berperahu di sungai yang dikelilingi rimbunan bakau.
Selain itu, wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik utama Green Talao Park. Es nipah yang segar dan kepiting bakau olahan UMKM lokal menjadi hidangan yang wajib dicoba oleh wisatawan. Berkat pengelolaan yang baik dan peran aktif masyarakat, Green Talao Park berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam kategori Kelembagaan Desa Wisata di ADWI.
Sumatera Barat, Surga Wisata Berbasis Desa
Prestasi yang diraih oleh ketiga desa ini menjadi bukti bahwa Sumatera Barat memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata berbasis desa.
Tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memesona, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya dan sejarah bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat.
Dengan semakin berkembangnya desa-desa wisata ini, Sumatera Barat kian memperkokoh posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan keindahan alam, sejarah, dan budaya yang autentik, mengunjungi Nagari Pariangan, Nagari Silokek, dan Green Talao Park adalah pilihan yang tak akan mengecewakan.
Editor : Fadila An Naila