RadarMadura.id— Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan waktu yang tepat untuk meluangkan waktu bersama keluarga. Dengan durasi libur yang cukup panjang, banyak orang memanfaatkan momen ini untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata.
Salah satu daerah yang layak dipertimbangkan adalah Kalimantan Barat, yang dikenal memiliki keindahan alam khas garis khatulistiwa. Provinsi ini menawarkan berbagai hutan mangrove yang memikat, ideal untuk menjadi tujuan liburan Nataru. Berikut adalah beberapa rekomendasi destinasi hutan mangrove di Kalimantan Barat yang patut Anda kunjungi!
Baca Juga: Menjelajahi Pesona Wisata Bahari di Pandeglang, Surga Tersembunyi di Banten
1. Mempawah Mangrove Park (MMP)
Mempawah Mangrove Park di Desa Pasir, Kabupaten Mempawah, adalah destinasi wisata yang memadukan fungsi konservasi dan rekreasi. Kawasan ini dipenuhi oleh pohon mangrove yang hijau dan menawarkan pemandangan pantai yang indah, terutama saat matahari terbenam.
Anda bisa menikmati suasana dengan berjalan-jalan, menaiki menara pandang, atau menyusuri perairan menggunakan perahu. Di waktu tertentu, pengunjung juga bisa ikut serta dalam kegiatan penanaman mangrove.
-
Lokasi: Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah
-
Jam operasional: Setiap hari, pukul 09.00–17.00 WIB
-
Harga tiket masuk: Rp5.000
2. Hutan Mangrove Setapuk Besar, Singkawang
Hanya 10 km dari pusat Kota Singkawang, Hutan Mangrove Setapuk Besar menawarkan suasana yang menenangkan. Jalur setapak di kawasan ini memungkinkan Anda menikmati pemandangan hijau mangrove dan suasana pesisir. Untuk pengalaman yang lebih menarik, Anda bisa naik menara pandang untuk melihat hutan mangrove dari ketinggian atau menjelajah kawasan dengan speedboat.
-
Lokasi: Setapuk Besar, Singkawang Utara, Kota Singkawang
-
Jam operasional: Setiap hari, 24 jam
-
Harga tiket masuk: Mulai dari Rp3.000
3. Desa Wisata Sungai Kupah, Kubu Raya
Desa Sungai Kupah di Kabupaten Kubu Raya adalah destinasi yang sempurna untuk menikmati keindahan alam dan keanekaragaman hayati. Hutan mangrove di desa ini dapat dieksplorasi melalui jalur setapak atau susur sungai. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan langsung spesies langka seperti monyet bekantan, monyet ekor panjang, atau lutung. Menikmati matahari terbenam di desa pesisir ini juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
-
Lokasi: Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya
-
Jam operasional: Setiap hari, pukul 08.00–18.30 WIB
-
Harga tiket masuk: Mulai dari Rp5.000
4. Mangrove Pantai Tanjung Burung, Mempawah
Pantai Tanjung Burung adalah kawasan yang terbentuk akibat abrasi, yang kini menjadi destinasi wisata menarik dengan deretan pohon mangrove dan kelapa. Tempat ini dulunya merupakan sawah dan kebun, namun kini menjadi lokasi konservasi dengan pemandangan alam yang menawan. Nikmati suasana pantai sambil mengeksplorasi kawasan konservasi mangrove ini.
-
Lokasi: Desa Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah
-
Jam operasional:
-
Senin–Sabtu, pukul 06.00–18.00 WIB
-
Minggu, 24 jam
-
-
Harga tiket masuk: Mulai dari Rp5.000
5. Hutan Mangrove Sukadana, Kayong Utara
Sebagai kawasan mangrove terbesar di Kalimantan Barat, Hutan Mangrove Sukadana memiliki luas 17.189 hektar dan merupakan tempat yang wajib dikunjungi. Kawasan ini memiliki jalur setapak dari kayu berlian yang berkelok dan memanjang, menjadikannya destinasi yang unik untuk dijelajahi.
Keindahan pohon mangrove yang tinggi dan suasana hutan yang damai membuat tempat ini cocok untuk liburan keluarga.
-
Lokasi: Jalan Pelabuhan TPI, Dusun Tanah Merah, Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara
-
Jam operasional: Setiap hari, pukul 08.00–17.00 WIB
-
Harga tiket masuk: Mulai dari Rp10.000
Wujudkan Liburan Nataru yang Berkesan
Kalimantan Barat dengan keindahan hutan mangrovenya menawarkan pengalaman liburan yang tak terlupakan. Jadikan momen Nataru Anda lebih bermakna dengan mengeksplorasi destinasi-destinasi ini bersama keluarga atau teman. Tetap jaga kebersihan dan kelestarian alam selama kunjungan Anda. Selamat berlibur dan nikmati keindahan alam Kalimantan Barat!
Editor : Hasan Bashri