RadarMadura.id - Tape ketan hijau selalu memiliki tempat spesial dalam hati banyak orang. Dengan rasanya yang manis dan sedikit asam, teksturnya yang lembut, serta warna hijau cerah yang menggoda, tape ketan hijau sering kali menjadi pilihan untuk camilan atau oleh-oleh.
Ada banyak cara untuk menikmati tape ketan ini: dimakan langsung, dicampur dengan santan, atau bahkan diolah menjadi wedang tape yang hangat atau puding yang menyegarkan.
Proses pembuatan tape ketan hijau ini tidaklah rumit. Meskipun membutuhkan waktu, hanya dua hingga empat hari saja untuk proses fermentasi yang mengubah ketan menjadi tape yang nikmat.
Bahan-bahan yang dibutuhkan sangat mudah ditemukan di pasar, dan proses pembuatannya pun tidak memerlukan keahlian khusus. Dengan sedikit kesabaran, siapa pun bisa menciptakan tape ketan hijau yang lezat ini di rumah.
Bagi yang ingin mencoba membuat tape ketan hijau, berikut adalah resep sederhana yang bisa dicoba. Resep ini diambil dari buku 101 Resep Jajan Pasar Tradisional yang Istimewa karya Rika Kusumawati dan Winkanda Satria Putra.
Dalam resep ini, pewarna makanan hijau digunakan untuk memberi warna pada ketan, dan daun pisang sebagai pembungkus yang memberikan aroma khas pada tape ketan.
Bahan-bahan yang Diperlukan
- 1 kg beras ketan putih berkualitas baik
- 2 butir ragi tape yang dihaluskan
- Gula pasir secukupnya
- Daun pisang untuk membungkus
- Tusuk gigi untuk menyemat
- Pewarna makanan hijau
Langkah-langkah Pembuatan Tape Ketan Hijau
-
Mencuci dan Merendam Ketan
Proses pertama dimulai dengan mencuci beras ketan hingga benar-benar bersih. Ketika air cucian sudah tidak keruh lagi, beras ketan kemudian direndam dalam air selama sekitar delapan jam. Waktu ini akan membuat beras ketan lebih mudah dimasak dan memberi kelembutan pada ketan saat diproses. -
Pengukusan Pertama
Setelah direndam, beras ketan dibilas lagi dengan air bersih dan ditiriskan. Kemudian, beras ketan dikukus selama sekitar 20 menit hingga setengah matang. Begitu matang setengah, angkat ketan dan pindahkan ke dalam baskom besar. Saat itulah, ketan siap untuk diproses lebih lanjut. -
Pewarnaan dan Pengukusan Kedua
Langkah berikutnya adalah memberi warna pada ketan. Pewarna makanan hijau yang sudah dicampur dengan 400 ml air dituangkan ke dalam ketan yang baru saja dikukus. Ketan diaduk rata hingga warnanya merata, menyelimuti setiap butir ketan dengan hijau yang cerah. Setelah itu, ketan dikukus lagi selama 30 menit hingga matang sempurna. -
Pendinginan Ketan
Begitu ketan matang, angkat dan tumpahkan ke atas nampan plastik. Diamkan hingga ketan agak dingin. Pada tahap ini, aroma ketan yang harum mulai memenuhi ruangan, menandakan bahwa tape ketan ini sudah menuju proses yang lebih menarik. -
Menaburkan Ragi dan Gula
Setelah ketan cukup dingin, saatnya memberi rasa pada ketan. Taburkan ragi yang sudah dihaluskan dan gula pasir secara merata di atas ketan. Aduk perlahan agar ragi dan gula tercampur sempurna, memberi rasa manis dan sedikit asam pada ketan yang baru saja diproses. -
Pembungkusan dengan Daun Pisang
Ambil beberapa sendok makan ketan yang sudah diberi ragi dan gula, lalu bungkus dengan daun pisang yang telah disiapkan. Daun pisang yang harum ini tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga memberikan aroma khas yang semakin menggoda. Setelah dibungkus, sematkan tusuk gigi agar ketan tetap terjaga rapat dalam daun pisang. -
Proses Fermentasi
Setelah dibungkus rapat, ketan dimasukkan ke dalam baskom dan dibiarkan selama tiga hari. Proses fermentasi ini membuat rasa manis dan sedikit asam muncul, menciptakan rasa tape yang sangat khas. Selama tiga hari tersebut, ketan perlahan-lahan berubah menjadi tape yang siap untuk dinikmati.
Setelah tiga hari, tape ketan hijau siap untuk disajikan. Anda bisa menikmatinya begitu saja, atau mengolahnya menjadi hidangan lain seperti wedang tape yang hangat di malam hari atau puding tape yang menyegarkan di siang hari.
Setiap suapan tape ketan hijau ini mengingatkan kita akan kenangan masa kecil, serta menghadirkan sensasi manis dan sedikit asam yang memikat hati.
Editor : Fadila An Naila