RadarMadura.id — Saat berlibur ke Jawa Timur, Mojokerto mungkin belum menjadi pilihan utama bagi sebagian orang. Namun, siapa sangka kabupaten ini menyimpan sejuta pesona yang tak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga keindahan alam yang memukau.
Dulunya, Mojokerto adalah pusat dari Kerajaan Majapahit yang legendaris. Kini, daerah ini menawarkan berbagai destinasi wisata yang memadukan nuansa Hindu-Buddha dengan panorama alam pegunungan.
Bagi kamu yang tertarik berkunjung, berikut adalah lima destinasi wisata terbaik yang wajib kamu sambangi di Mojokerto.
1. Air Terjun Coban Canggu: Keindahan Tersembunyi di Balik Tebing
Bagi pecinta wisata alam, Air Terjun Coban Canggu adalah surga tersembunyi yang wajib dikunjungi.
Berlokasi di Kecamatan Pacet, air terjun ini memukau dengan aliran air setinggi 70 meter yang jatuh dari tebing batu cadas hitam.
Tampak seperti "hidung raksasa," tebing ini dikelilingi oleh pepohonan hijau yang menjalar, menciptakan suasana alami yang menyegarkan.
Meskipun pengunjung tidak diperbolehkan berenang di kolam air terjun karena kedalamannya, kamu tetap bisa menikmati kesegaran air jernih di sekitar bebatuan. Untuk menuju ke sini, pengunjung harus menuruni 200 anak tangga.
Meski terdengar melelahkan, jangan khawatir, tangga tersebut telah dipaving dengan baik dan dilengkapi pegangan besi. Selain itu, fasilitas seperti area parkir, musala, dan warung makan siap menyambut pengunjung yang ingin bersantai setelah perjalanan.
2. Patung Buddha Tidur: Ikon Mojokerto yang Megah
Jika berbicara tentang ikon Mojokerto, Patung Buddha Tidur di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, tak boleh dilewatkan. Patung ini adalah salah satu patung Buddha tidur terbesar di dunia, dengan panjang 22 meter dan tinggi 4,5 meter.
Dibangun pada tahun 1993, patung ini melambangkan detik-detik terakhir kehidupan Buddha Gautama, berbaring dengan tenang menghadap selatan.
Patung ini berada di dalam kompleks Maha Vihara Mojopahit yang memiliki arsitektur khas Jawa dengan atap Joglo. Patung Buddha berwarna emas ini juga dikelilingi oleh kolam teratai yang melambangkan lautan, menciptakan suasana damai dan menambah daya tarik tempat ini sebagai tempat peribadatan umat Buddha sekaligus objek wisata yang memukau.
3. Taman Ghanjaran: Seru untuk Liburan Keluarga
Berlibur bersama keluarga di Mojokerto? Taman Ghanjaran di Kecamatan Trawas adalah tempat yang tepat. Taman ini menawarkan beragam wahana seru yang cocok dinikmati oleh semua usia, mulai dari taman bunga yang gratis hingga bioskop VR yang unik.
Dengan tiket masuk hanya Rp5.000, kamu bisa menikmati suasana sejuk pegunungan sambil bermain wahana seperti bom-bom car, sepeda udara, hingga cinema 9D.
Taman Ghanjaran juga terletak di ketinggian sekitar 1.000 mdpl, sehingga menawarkan pemandangan spektakuler Gunung Welirang dan Penanggungan. Jika berkunjung saat malam hari, kamu bisa menikmati suasana yang romantis dengan lampu-lampu kota di kejauhan.
4. Gunung Penanggungan: Miniatur Semeru yang Menantang
Bagi kamu yang gemar mendaki, Gunung Penanggungan adalah destinasi wajib di Mojokerto. Meski sering dijuluki sebagai "miniatur Semeru" karena bentuk kerucutnya yang mirip, Gunung Penanggungan lebih cocok untuk pendaki pemula dengan ketinggian yang mencapai 1.653 mdpl.
Gunung ini menawarkan lima jalur pendakian, namun Jalur Tamiajeng adalah yang paling populer karena relatif mudah dan pendek.
Meskipun demikian, beberapa bagian jalur tetap menantang, dan pendaki harus membawa air sendiri karena tidak ada sumber air dari bawah hingga puncak.
Namun, usaha keras menuju puncak akan terbayar dengan pemandangan alam yang luar biasa, serta keindahan alam sekitarnya.
Mojokerto bukan hanya tentang sejarah Majapahit, tetapi juga surga tersembunyi bagi para pecinta alam dan wisatawan keluarga.
Dari keindahan Air Terjun Coban Canggu yang asri, megahnya Patung Buddha Tidur, hingga serunya berlibur di Taman Ghanjaran dan tantangan mendaki Gunung Penanggungan, Mojokerto memiliki segalanya untuk memuaskan dahaga petualanganmu.
Jadi, pastikan kamu memasukkan Mojokerto dalam daftar perjalananmu berikutnya di Jawa Timur! (hasan)
Editor : Hasan Bashri