RadarMadura.id — Di Mojokerto, Jawa Timur, terdapat sebuah destinasi alam yang menyuguhkan pemandangan menawan, tak kalah indah dari lanskap di Selandia Baru.
Namanya adalah Ranu Manduro. Meski belum lama dikenal, tempat ini telah berhasil mencuri perhatian para pelancong dan pecinta alam.
Asal Usul Ranu Manduro
Nama Ranu Manduro diambil dari bahasa Jawa, di mana “ranu” berarti danau, dan “Manduro” berasal dari nama desa tempat danau ini berada, yaitu Desa Manduro.
Meski pada awalnya Ranu Manduro hanyalah area bekas tambang, alam telah menyulapnya menjadi tempat wisata yang luar biasa.
Setelah tambang galian C di lokasi ini berhenti beroperasi, hujan menggenangi lubang-lubang tambang dan menciptakan danau yang indah, lengkap dengan padang rumput hijau yang luas.
Lokasi ini semakin memikat karena keberadaan Gunung Penanggungan yang menjadi latar pemandangan Ranu Manduro.
Inilah yang membuat tempat ini begitu spesial, terutama bagi para fotografer dan pencari spot foto yang menawan.
Rute Menuju Ranu Manduro
Untuk mencapai Ranu Manduro, perjalanan dimulai dari pusat Kota Mojokerto. Jaraknya sekitar 30 kilometer atau satu jam berkendara melalui jalur Gempol-Mojokerto.
Meskipun akses jalan ke lokasi belum sepenuhnya mulus, perjalanan ini tetap bisa ditempuh dengan mobil atau sepeda motor. Di beberapa titik, Anda akan melalui jalan tanah berpasir yang mengharuskan pengendara lebih berhati-hati.
Meski belum ada lahan parkir resmi, area ini memiliki lahan yang cukup luas untuk memarkir kendaraan.
Hal ini memudahkan pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam tanpa perlu khawatir soal tempat parkir.
Keindahan Alam yang Viral
Ranu Manduro mulai dikenal luas setelah viral di media sosial pada tahun 2019.
Banyak pengunjung mengunggah foto-foto menakjubkan dari tempat ini, menggambarkan suasana yang sangat mirip dengan padang rumput di Selandia Baru.
Dari sinilah julukan "New Zealand-nya Jawa" mulai melekat pada Ranu Manduro.
Padang rumput yang menghijau, bebatuan besar bekas galian tambang yang tersebar secara alami, dan latar belakang Gunung Penanggungan menciptakan pemandangan yang dramatis.
Tidak hanya itu, di musim kemarau, kawasan ini juga memiliki spot yang menyerupai padang pasir. Keunikan inilah yang menjadikan Ranu Manduro destinasi yang sangat instagrammable.
Tiket Masuk yang Dinamis
Meskipun popularitas Ranu Manduro terus meningkat, destinasi ini belum dikelola secara resmi oleh pemerintah setempat. Oleh karena itu, tidak ada tiket masuk yang tetap.
Pada hari biasa, pengunjung biasanya hanya dikenakan biaya Rp5.000 per orang, dengan biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor.
Namun, saat akhir pekan, harga tiket bisa naik hingga Rp17.000 karena adanya beberapa pos penjagaan yang memungut biaya tambahan.
Fasilitas yang Masih Terbatas
Sejauh ini, Ranu Manduro belum memiliki fasilitas umum seperti toilet atau musala. Meski begitu, pemandangan alam yang ditawarkan seolah menutupi kekurangan tersebut.
Pengunjung yang datang diharapkan untuk membawa perlengkapan sendiri dan menjaga kebersihan lingkungan agar tetap asri.
Masalah Sampah yang Mengganggu
Sayangnya, seiring meningkatnya jumlah pengunjung, masalah kebersihan mulai muncul. Banyak oknum pengunjung yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik dari kemasan makanan.
Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat keindahan Ranu Manduro yang seharusnya dijaga oleh setiap orang yang datang berkunjung.
Penutupan Sementara yang Tak Menyurutkan Minat
Pada Februari 2020, Ranu Manduro sempat ditutup oleh pemilik lahannya, PT. Wirabumi. Penutupan dilakukan dengan pemasangan papan larangan masuk di area bekas tambang.
Meskipun demikian, banyak pengunjung tetap nekat masuk untuk menikmati keindahan alamnya, terutama pada akhir pekan.
Meskipun Ranu Manduro belum terdaftar sebagai destinasi wisata resmi, pesonanya yang unik tetap menarik minat banyak wisatawan dari berbagai daerah.
Dengan pemandangan yang memukau dan suasana yang menenangkan, tempat ini menawarkan pengalaman liburan yang berbeda.
Pesona Ranu Manduro yang Harus Dijaga
Ranu Manduro adalah salah satu destinasi yang menunjukkan betapa indahnya alam Indonesia. Namun, untuk menjaga keindahan tersebut, diperlukan kerja sama dari semua pihak, baik warga setempat maupun pengunjung.
Setiap orang yang datang diharapkan untuk tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga turut menjaga kebersihan dan kelestarian alam di Ranu Manduro.
Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi "New Zealand van Java" ini? Jangan lupa, selalu jaga kebersihan dan keasrian tempat ini agar tetap indah untuk dinikmati generasi mendatang! (hasan)
Editor : Hasan Bashri