RadarMadura.id — Ketika rasa lelah mulai menggerogoti tubuh dan pikiran, sering kali solusi terbaik adalah melarikan diri ke desa.
Berbeda dari kota yang padat dengan lalu lintas dan kebisingan, desa menawarkan suasana yang tenang dengan pemandangan alam yang menyejukkan.
Salah satu desa yang patut dipertimbangkan adalah Wisata Desa BMJ Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur.
Destinasi ini tidak hanya memanjakan mata dengan keindahan alam, tetapi juga menawarkan berbagai aktivitas edukatif yang menarik.
Konsep Wisata yang Menarik
Wisata Desa BMJ Majapahit, atau dikenal juga sebagai Wisata Desa Dlanggu, terletak di Sudirman No.2, Jlaget, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.
Tempat ini didirikan oleh Ki Mulyono, SH. MM., pada tahun 2002, dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa wisata yang berkualitas tidak harus berada di pusat kota.
Dengan melibatkan masyarakat desa dalam pengembangan wisata, Mulyono berhasil menciptakan sebuah destinasi yang unik dan memikat.
Daya Tarik Utama
Salah satu daya tarik utama dari Wisata Desa BMJ Majapahit adalah Arca Agung Mahapatih Gajah Mada, yang menjadi landmark ikon desa ini.
Berdiri dengan megah setinggi 23 meter, patung ini adalah yang tertinggi di Indonesia, berdasarkan pengakuan Museum Rekor Dunia – Indonesia (Muri).
Proyek pembangunan patung ini memakan waktu dari 2012 hingga 2018, dengan seluruh biaya ditanggung oleh Mulyono.
Selain patung, pengunjung akan disambut oleh pemandangan sawah hijau yang luas dan pepohonan yang rimbun. Fasilitas di desa ini sangat lengkap, mulai dari area bermain anak yang dilengkapi dengan perosotan, jembatan tali, hingga kolam renang.
Ada juga perahu bebek, kolam ikan, area outbound, perkemahan, homestay, dan panggung untuk berbagai acara. Untuk makanan, pengunjung dapat menikmati hidangan khas desa di warung yang ada, serta membeli oleh-oleh di toko-toko lokal.
Wisata Edukasi yang Beragam
Wisata Desa BMJ Majapahit juga menawarkan pengalaman edukasi yang bermanfaat. Anak-anak dapat belajar tentang pertanian dengan cara menanam padi, jagung, serta beternak kambing dan sapi.
Selain itu, pengunjung dapat menjelajahi situs-situs sejarah seperti Gapura Wringin Lawang dan Candi Brahu, serta situs religi seperti Kolam Segaran.
Salah satu fitur menarik dari wisata ini adalah edukasi tanaman kakao. Di sini, pengunjung dapat mempelajari proses penanaman, perawatan, dan panen kakao, serta proses pengolahannya menjadi produk cokelat.
Pabrik pengolahan kakao yang ada di lokasi ini memproduksi dua ton kakao per hari dan menghasilkan berbagai produk, termasuk makanan, minuman, sabun herbal, dan lilin aroma terapi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga mendukung perekonomian lokal.
Informasi Pengunjung
Untuk mengunjungi Wisata Desa BMJ Majapahit, pengunjung dikenakan biaya tiket sekitar Rp12.500 untuk anak-anak, Rp14.500 untuk dewasa, dan Rp10.500 untuk tiket langganan. Biaya tambahan berlaku untuk sepeda air (Rp15.000), hand boot (Rp5.000), dan pakan ikan (Rp3.000).
Biaya parkir sepeda motor adalah Rp3.000, mobil dan elf Rp5.000, serta bus Rp10.000. Wisata ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.30, dengan hari Minggu menjadi waktu puncak kunjungan.
Wisata Desa BMJ Majapahit menawarkan pengalaman liburan yang menggabungkan keindahan alam, budaya, dan edukasi. Jika kamu mencari destinasi yang dapat menyegarkan pikiran sambil memberikan wawasan baru, tempat ini adalah pilihan yang ideal. (hasan)
Editor : Hasan Bashri